Seorang pembelot asal Korea Utara mengklaim bahwa rezim pemimpin tertinggi Kim Jong-un dapat hancur dalam 10 tahun mendatang. Pria ini adalah pejabat pemerintah tidak disebut namanya guna melindungi keluarganya yang masih tinggal di Korut. Politikus pembelot ini kabur dari Ibu Kota Pyongyang setahun lalu.
"Rezim King Jong-un adalah rezim yang paling labil (di Korut) dan pemerintahannya akan menjadi yang paling terpendek," ujarnya seperti dikutip dari laman Independent, Selasa (8/9).
Bila dibandingkan ayahnya Kim Jong-Il atau kakeknya Kim Il-sung yang menjadi presiden sepanjang masa Korut, masing-masing memimpin negara sosialis paling tertutup sedunia itu lebih dari 20 tahun.
Sang pembelot menilai Kim Jong-un terlalu sering melakukan 'penghapusan' lawan politik, sehingga tidak punya loyalitas dari para bawahan di Partai Pekerja Korea. Salah satu blunder Kim Jong-un adalah mengekseksi sang paman, Jang Song-thaek tahun lalu, dengan tuduhan korupsi yang kabarnya dibuat-buat. Kebijakan itu, konon, menggerus kepercayaan rakyat Korut terhadap sang diktator muda itu.
"Saya bisa yakinkan bahwa rezimnya akan benar-benar berakhir," tegasnya.
Diketahui sebanyak 2400 hingga 2900 orang Korut membelot setiap tahunnya, dari 2008 sampai 2013. Namun pada 2014 jumlahnya menurut drastis, hanya mencapai 1396, seiring dengan perbaikan ekonomi dan meningkatnya propaganda dari Korsel agar saudara mereka di utara menerima reunifikasi.