Pelaku penyerangan tabloid penghina Nabi keturunan Aljazair

Para pelaku terlatih bagai tentara. Mereka sangat ingin penembakan itu diketahui khalayak.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Pelaku penyerangan tabloid penghina Nabi keturunan Aljazair
Pelaku penembakan kantor charlie hebdo di Prancis. ©wall street jurnal

Otoritas Intelijen Amerika Serikat mengaku sudah mengantongi nama tiga pelaku penyerangan kantor redaksi tabloid Charlie Hebdo di Paris kemarin. Mereka adalah warga Prancis keturunan Aljazair. Diduga kuat, mereka merupakan anggota sel Al Qaidah Semenanjung Arab."Tersangka bernama Said Kouachi dan Cherif Kouachi, dua bersaudara usia 30-an tahun. Mereka dibantu Hamyd Mourad berusia 18 tahun," kata sumber itu kepada ABC News, Kamis (8/1).Sampai sekarang keberadaan mereka belum diketahui. Tak lama usai membantai 12 orang, ketiganya kabur menggunakan mobil curian. Aparat keamanan Prancis masih memburu mereka.Para pelaku itu memakai topeng dan seragam hitam, sangat terlatih, tenang, dan memiliki kemampuan tempur bagaikan militer. Saksi mata bernama Cedric le Bechec mengaku ketiga penyerang itu sangat sopan dan sangat ingin aksinya diketahui.Sebelum menyerbu masuk kantor redaksi, mereka sempat memberi tahu para pejalan kaki agar melapor ke polisi. Mereka secara terbuka mengaku berasal dari organisasi teror.Ketika kabur dan menghabisi dua orang polisi, salah satu pelaku merampas mobil Renault Clio kepunyaan seorang pria 60-an tahun. Sang pemilik mobil diizinkan keluar sambil membawa anjingnya tanpa disakiti.Sebelumnya diberitakan, jurnalis dari stasiun televisi Europe1 News Pierre de Cossette salah satu dari pelaku berteriak 'ini pembalasan atas penghinaan pada Nabi Muhammad SAW'. Pelaku pun menyerukan takbir.Charlie Hebdo kerap memicu kontroversi karena rutin menghina semua agama. Salah satu ancaman paling serius terjadi pada 2011, akibat tabloid itu mengangkat kartun satir Nabi Muhammad SAW yang berkata "Kalian dicambuk 100 kali kalau tidak ketawa dengan edisi ini."

Rekomendasi