Mobil tabrak kerumunan massa di Muenster Jerman, sejumlah orang dilaporkan tewas

Mobil tabrak kerumunan massa di Muenster Jerman, sejumlah orang dilaporkan tewas. Menurut pihak kepolisian, pelaku kemudian menembakkan diri. Sejauh ini, aparat masih menangani insiden tersebut sebagai kasus serangan yang disengaja.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mobil tabrak kerumunan massa di Muenster Jerman, sejumlah orang dilaporkan tewas
Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Seorang pria menabrakkan van kendaraannya ke sekelompok orang duduk di luar rumah makan terkenal di pusat kota tua Muenster di Jerman Barat pada Sabtu (7/4) waktu setempat. Kejadian itu menewaskan beberapa orang dari mereka sebelum sopir bunuh diri.

Menurut pihak kepolisian, pelaku kemudian menembakkan diri. Sejauh ini, aparat masih menangani insiden tersebut sebagai kasus serangan yang disengaja.

Juru bicara Kepolisian Muenster, Andreas Boden mengatakan, motif dan identitas pelaku belum diketahui. Seperti dikutip dari CNN, Minggu (8/4), insiden terjadi di area kota tua, dekat patung Kiepenkerl, yang ramai dikunjungi warga dan wisatawan saat akhir pekan.

Kendaraan yang dikemudikan pelaku menabrak teras atau bagian terbuka sebuah restoran sekitar pukul 15.30, demikian diungkapkan juru bicara kepolisian lainnya, Vanessa Arit.

Sejumlah foto yang beredar di media sosial menunjukkan situasi pasca-kejadian, di mana kursi-kursi dan meja restoran dalam kondisi berantakan. Arit menambahkan, setelah kejadian, area kota tua ditutup dan polisi meminta warga menjauhi pusat kota.

Seperti dikutip dari BBC, juru bicara Pemerintah Federal mengatakan, para pemimpin di Berlin menyampaikan duka cita dan simpati pada para korban dan keluarga mereka.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan belum ada laporan WNI menjadi korban insiden penyerangan di Muenster, Jerman. KJRI di Frankfurt terus mengikuti perkembangan insiden di Muenster, Jerman dan membuka hotline di +49 1624129044.

"Sampai saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban," demikian disampaikan Kemenlu RI lewat akun Twitter resminya, Minggu (8/4).

Rekomendasi