Di tengah pesatnya perekonomian dan kemakmuran yang didapatkan Hong Kong ternyata terdapat sebuah kenyataan yang bikin miris. Sejumlah orang miskin harus rela tinggal bukan di ranjang dan beralaskan kasur empuk, tapi ranjang yang dibuat mirip kandang laiknya hewan piaraan.Tapi itulah yang dialami hampir ribuan warga miskin dan tertinggal di kota yang berada di bagian selatan China itu. Mereka bekerja siang dan malam demi menyambung hidup, namun tetap tidak mampu membayar biaya sewa yang ditetapkan para pemilik apartemen hingga setinggi langit.
Kamar berbentuk kandang di Hongkong ©2017 Channel News Asia Kamar berbentuk kandang di Hongkong ©2017 Channel News Asia
Ini merupakan perpanjangan dari krisis perumahan yang sedang berlangsung di Hong Kong. Minimnya pembangunan tempat tinggal itu membuat harganya kian mahal dan makin tidak terjangkau, terutama warga miskin di kota itu.Dalam rentang lima tahun, harga sewa di kota paling makmur tersebut meningkat hampir 50 persen. Rata-rata untuk menyewa untuk sebuah kamar per meternya sedikit lebih murah dibandingkan Kota New York, yakni sekitar Rp 18,2 juta.
Advertisement
Mirisnya lagi, jika dihitung berdasarkan luasnya, kamar berbentuk kandang itu justru lebih mahal dibandingkan apartemen pada umumnya. Untuk ranjang seluas 4,8 meter saja dihargai sebesar Rp 2,5 juta sampai Rp 2,5 juta per unit.Setiap bangunan, setiap lantai, terdapat 30 kandang untuk satu kamar di area termiskin di kota itu. Lebih dari 200 ribu orang tinggal di tempat yang tidak memadai itu, kebanyakan adalah pria berusia lanjut dengan pekerjaan kasar.
Para penghuni kandang ini tidak bisa mendapatkan uang banyak untuk bisa membeli rumah memadai dan sangat sulit mendapatkan perumahan yang disediakan pemerintah.