Minim ilmu Islam, staf penjara Inggris sulit identifikasi pelaku ekstremisme

Minim ilmu Islam, staf penjara Inggris sulit identifikasi pelaku ekstremisme. SRG terbaru ini mencakup 21 faktor yang dianggap menjadi sebab para pelaku melakukan tindakan ekstremis. Pedoman tersebut kemudian dijadikan alat bagi penjara Inggris sebagai program strategi untuk mencegah tindakan terorisme.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Minim ilmu Islam, staf penjara Inggris sulit identifikasi pelaku ekstremisme
Ilustrasi penjara. ©2012 Shutterstock/rook76

Para staf penjara di Inggris yang ditugaskan untuk mengidentifikasi pelaku ekstremisme mengeluh karena merasa kurang pengetahuan tentang Islam. Mereka yang terlibat dalam pengembangan alat penilaian risiko ekstremisme mengaku tidak menerima pelatihan memadai untuk menjalankan pekerjaan mereka.Beberapa staf mengaku hanya menerima satu hari pelatihan atau mengikuti serangkaian pengarahan sebelum ambil bagian dalam studi percontohan yang melibatkan wawancara dengan tahanan pelaku terorisme dan pelanggaran ekstremisme. Sementara beberapa staf lain hanya menghadiri lokakarya pelatihan bertajuk 'kesadaran Islam' selama dua hari untuk menilai pelaku ekstremisme seperti al Qaeda. Sisanya melakukan penelitian sendiri tentang Islam lewat internet.Keluhan itu dijadikan bahan evaluasi oleh pihak berwenang untuk memberikan kepercayaan diri kepada para staf tersebut dalam menjalankan tugasnya. Kemudian, Kementerian Kehakiman mengeluarkan Pedoman Risiko Ekstremis (SRG) yang telah dikembangkan sebagai alat yang bisa digunakan oleh staf untuk meneliti para pelaku ekstremisme."Kurangnya pelatihan dan kepercayaan diri dari beberapa staf dalam menggunakan pendekatan ini, berati bahwa selama ini mereka dipaksa bekerja di luar kemampuan mereka," demikian pernyataan tertera dalam laporan evaluasi tersebut, sebagaimana dikutip dari laman Middle East Eye, Jumat (1/12).SRG terbaru ini mencakup 21 faktor yang dianggap menjadi sebab para pelaku melakukan tindakan ekstremis. Pedoman tersebut kemudian dijadikan alat bagi penjara Inggris sebagai program strategi untuk mencegah tindakan terorisme.

Rekomendasi