Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat, adalah hari nahas yang tak bisa dilupakan Sailor Gutzler. Gadis tujuh tahun itu satu-satunya korban selamat kecelakaan pesawat kecil di Negara Bagian Kentucky, Amerika Serikat.
Larry Wilkins, saksi sekaligus orang pertama yang menolong Sailor terkejut ketika rumahnya diketuk beberapa kali seusai maghrib. Di depan rumahnya berdiri gadis kecil yang hidungnya berdarah, serta badannya lecet-lecet.
"Dengan tenang, anak itu mengatakan ayah ibunya tewas dalam kecelakaan pesawat," kata Wilkins.
Sailor segera dilarikan ke rumah sakit, dan malam itu juga, lokasi pesawat nahas itu sudah berhasil ditemukan petugas, seperti dilansir New York Post, Senin (5/1).
Pesawat itu dipiloti oleh sang ayah, Marty Gutzler (48 tahun). Bersama istrinya Kimberly, dua putrinya Sailor dan Piper (9 tahun), serta seorang keponakan bernama Sierra Wilder, keluarga ini terbang dari Key West Florida untuk piknik di Gunung Vernon, Negara Bagian Illinois.
Akan tetapi di tengah jalan mesin pesawat baling-baling jenis PA-34 tersebut mati. Marty menghubungi menara pengawas di Kentucky. Suratan takdir akhirnya menyebabkan keluarga itu menemui ajal di Lyon County, pedalaman Kentucky. Pesawat kecil ini jatuh di tengah hutan.
Sailor yang selamat sempat memeriksa keadaan seluruh keluarganya. Sadar dia yatim piatu, bocah ini memutuskan berjalan menembus hutan mencari pertolongan.
Wilkins menilai perjuangan Sailor untuk mencari pertolongan sangat ajaib. "Jarak dari lokasi kejadian ke rumah saya sekitar 1,5 kilometer, melewati ngarai hingga tumpukan kayu. Sangat berat, saya tidak bisa membayangkan gadis tujuh tahun sanggup melalui itu semua. Saya menangis membayangkan perasaannya sebelum sampai ke sini," ujarnya.
Polisi setempat, Letnan Brent White menyepakati keberanian gadis itu sangat ajaib. Dia pun dinaungi keberuntungan. "Seandainya Sailor salah mengambil rute saat mencari pertolongan di hutan, dia bisa tersesat dan terjebak udara dingin," urainya.
Berita gadis kecil yang kini yatim piatu ini menyentuh warga Amerika Serikat. Donasi mengalir ke situs sailorgutzlerfund.com, agar Sailor tetap bisa sekolah kendati kedua orang tuanya wafat.
Juru bicara keluarga mengatakan bocah malang tapi pemberani itu kini diasuh sang kakek. Karena luka-lukanya tidak serius, Sailor sudah diizinkan keluar rumah sakit dua hari lalu.