Kerusakan hutan hujan Amazon di Brasil meningkat pesat sejak tokoh sayap kanan, Jair Bolsonaro terpilih sebagai Presiden. Pemerintahan Bolsonaro disebut mengurangi upaya untuk memerangi pembalakan liar, peternakan dan penambangan.
Perlindungan Amazon pernah menjadi kebijakan lingkungan utama Brasil dalam dua dekade lalu. Pada satu titik, keberhasilan Brasil dalam memperlambat laju deforestasi menjadikannya contoh internasional bagi konservasi dan upaya untuk memerangi perubahan iklim.
Tetapi dengan terpilihnya Jair Bolsonaro, seorang populis yang didenda secara pribadi karena melanggar peraturan lingkungan, Brasil telah mengubah arah secara substansial, mundur dari upaya yang pernah dilakukan untuk memperlambat pemanasan global dengan melestarikan hutan hujan terbesar di dunia itu. Demikian dilansir dari laman The Independent, Selasa (30/7).
Saat berkampanye tahun lalu, Bolsonaro menyatakan hutan lindung Brazil yang luas merupakan penghambat pertumbuhan ekonomi dan berjanji akan membukanya untuk eksploitasi komersial. Tujuh bulan setelah menjabat, janjinya terwujud.
Amazon yang masuk wilayah Brasil telah kehilangan lebih dari 1.330 mil persegi tutupan hutan sejak Bolsonaro menjabat pada Januari, meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut lembaga pemerintah yang melacak deforestasi.
Pada bulan Juni saja, ketika musim dingin, musim kemarau dimulai dan menebang pohon menjadi lebih mudah, laju deforestasi meningkat secara drastis, dengan perkiraan 80 persen lebih banyak tutupan hutan yang hilang daripada pada bulan Juni tahun lalu. Deforestasi Amazon melonjak ketika pemerintah Bolsonaro menarik kembali langkah-langkah penegakan seperti denda, peringatan, dan penyitaan atau perusakan peralatan ilegal di kawasan lindung.
Sebuah analisis catatan publik New York Times menemukan, tindakan penegakan oleh badan lingkungan utama Brasil turun 20 persen selama enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018. Penurunan ini berarti bahwa bentangan luas hutan hujan dapat dirusak dengan lebih sedikit resistensi dari otoritas negara.
Dua tren - peningkatan deforestasi dan meningkatnya keengganan pemerintah untuk menghadapi aktivitas ilegal - membuat para peneliti, pencinta lingkungan, dan mantan pejabat mengkhawatirkan bahwa masa jabatan Bolsonaro dapat menyebabkan kerugian jauh lebih besar dari salah satu sumber daya terpenting dunia itu.
“Kami menghadapi risiko penggundulan hutan yang tak terkendali di Amazon,” kata delapan mantan Menteri Lingkungan Hidup di Brazil menulis dalam surat bersama pada bulan Mei, dengan alasan bahwa Brasil perlu memperkuat langkah-langkah perlindungan lingkungannya, bukan melemahkan mereka.
Bolsonaro telah menolak data baru tentang deforestasi, menyebut angka pemerintahannya sendiri sebagai kebohongan.
Sikap pemerintahan Bolsonaro telah menuai kritik tajam dari para pemimpin Eropa. Menteri Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Jerman, Gerd Müller menyampaikan, melindungi Amazon merupakan keharusan global, terutama mengingat peran penting hutan hujan dalam menyerap dan menyimpan karbon dioksida, penting untuk upaya memperlambat pemanasan global.
"Tanpa hutan hujan tropis, tak ada solusi untuk pemanasan global," kata Muller dalam sebuah acara di Sao Paulo belum lama ini.
Bolsonaro memangkas anggaran lembaga lingkungan utama sebesar 24 persen, bagian dari penghematan biaya di seluruh pemerintahan. Dia menepis kritik internasional atas posisinya, dengan alasan bahwa seruan untuk melestarikan sebagian besar Brasil adalah bagian dari rencana global untuk menghambat perkembangan negaranya. Bulan ini, ia menuduh para pemimpin Eropa mendorong konservasi Amazon yang lebih kuat karena mereka berharap untuk mengembangkannya sendiri di masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Brasil, Ricardo Salles, ingin menciptakan mekanisme yang akan memberi keleluasaan bagi hakim untuk menurunkan atau menunda hukuman kasus lingkungan hidup, membuat para mantan pejabat khawatir ini akan melemahkan penegakan hukum. Salles, yang tidak menanggapi beberapa permintaan untuk wawancara, telah mengakui kekurangan dari lembaga penegak lingkungan yang ditugaskan untuk mengawasi kegiatan komersial di kawasan lindung.
Kepala Staf Kantor Bolsonaro, Onyx Lorenzoni, menuding ada upaya pihak luar untuk membentuk kebijakan lingkungan Brasil.
"Kami tidak naif. Ada pandangan di dunia, yang disponsori oleh organisasi non pemerintah, yang merelativisasi kedaulatan Brasil atas Amazon."
Tapi, dia mengancam dalam pertemuan baru-baru ini dengan wartawan: "Ini pesan kecil: Jangan main-main dengan kami."