Pengungsi Rohingya yang kini tinggal di kamp pengungsian Bangladesh ikut menyumbangkan 700 selimut dan 200 jaket kepada korban gempa di Turki.
"Turki menjadi salah satu penyumbang utama bantuan kemanusiaan kepada kami. Bagaimana mungkin kami hanya diam saja melihat bencana besar yang menimpa sahabat kami?" ujar Sahat Zia hero, salah satu tokoh masyarakat Rohingya kepada kantor berita Anadolu. Mereka menyebut sumbangan itu sebagai 'kado cinta'.
Menurut Hero, warga Rohingya beramai-ramai menyumbangkan uang mereka dalam beberapa hari untuk membeli 700 selimut dan 200 jaket itu.
"Kami pengungsi di sini dan sangat bergantung dari sumbangan dan bantuan orang lain untuk bertahan. Kado penuh cinta dan solidaritas ini untuk saudara kami di Turki," kata dia seraya menyebut hanya itu yang mampu mereka berikan karena mereka pun hanya punya keuangan terbatas.
Dilansir dari laman Anadolu, Rabu (15/2), Perwakilan Rohingya menyerahkan sumbangan itu kepada Badan Kerjasama Koordinasi Turki di Dhaka kemarin.
"Kami sangat bahagia melihat rakyat Bangladesh dengan sepenuh hati membantu kami di tengah krisis nasional ini dan sungguh melegakan melihat sumbangan dari para pengungsi Rohingya," kata Koordinator TIKA Bangladesh Sevki Mert Baris.
Advertisement
Dia mengatakan sumbangan pengungsi Rohingya dan Bangladesh dengan total 7-8 ton itu menunjukkan cinta mendalam dan solidaritas kepada Turki.
Diaspora Rohingya yang tinggal di sejumlah negara juga menunjukkan penghargaan terhadap saudara mereka yang menyumbang bantuan untuk Turki dan Suriah.
"Ketika kami benar-benar terkucilkan setelah kekerasan dilakukan negara terhadap kami pada 2012, salah satu negara pertama yang memberi bantuan adalah Turki," kata Nay San Lwin, salah satu pendiri Koalisi Bebaskan Rohingya kepada Anadolu melalui sambungan telepon.