Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi mengumumkan program kerja pemerintah selama menjadi ketua Indian Ocean Rim Association (IORA).
Indonesia memiliki beberapa kegiatan yang akan dilakukan bersama negara anggota kawasan tepian Samudra Hindia lainnya sepanjang periode 2015-2017. Antara lain menggelar lokakarya budaya dan pariwisata maritim, serta berinisiatif untuk mendirikan pusat bisnis inovasi IORA.
Indonesia juga menawarkan pelatihan untuk para diplomat negara IORA, dan juga RI akan menyelenggarakan simposium internasional mengenai IORA dulu, sekarang, hingga masa depan.
"Satu lagi Indonesia juga akan menjadi co-host bersama India untuk pelaksanaan IOD menghadapi tantangan yang dihadapi di bidang keamanan regional," kata Menlu Retno ketika ditemui awak media di Hotel Mercure Padang, Jumat (23/10).
Menlu Retno menuturkan Indonesia akan mengusung topik utama, yang diharap dapat membawa kerja sama IORA ke level yang lebih tinggi.
"Tema keketuaan Indonesia adalah 'Strengthening Maritime Coorperation in a Stable and Peaceful Indian Ocean," ucap Menlu.
Posisi Ketua IORA sudah diserahkan Australia dalam pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri IORA pagi tadi. Penyerahan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Julie Bishop, dan diterima oleh Menlu Retno.
Organisasi tingkat menteri IORA dibentuk pada Maret 1997, satu-satunya organisasi mewadahi setiap negara di tepi Samudra Hindia. Ada 20 Negara yang menjadi anggotanya yaitu Australia, India, Kenya, Madagaskar, Mauritius, Sri Lanka, Comoros, Seychelles, Thailand, Afrika Selatan, Malaysia, Oman, Mozambik, Tanzania, Oman, Bangladesh, Uni Emirat Arab, Iran, Yaman dan Indonesia. Belum lama, Somalia memutuskan bergabung.
Dengan menjadi ketua IORA, Indonesia sekaligus berkepentingan menyukseskan agenda poros maritim Presiden Jokowi.