Israel lagi-lagi bangun 6.000 permukiman ilegal di tanah Palestina

Israel lagi-lagi bangun 3.000 permukiman ilegal di tanah Palestina. Israel secara resmi mengumumkan akan mendirikan wilayah permukiman baru di Tepi Barat. Kebijakan ini merupakan pertama kali dilakukan sejak akhir 1990, ketika Perdana Menteri Ariel Sharon menghentikan dan memindahkan penduduk dari permukiman ilegal.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Israel lagi-lagi bangun 6.000 permukiman ilegal di tanah Palestina
Permukiman ilegal di Palestina. ©2017 Times of Israel

Israel secara resmi mengumumkan akan mendirikan wilayah permukiman baru di Tepi Barat. Kebijakan ini merupakan pertama kali dilakukan sejak akhir 1990, ketika Perdana Menteri Ariel Sharon menghentikan dan memindahkan penduduk dari permukiman ilegal itu ke negaranya.Keputusan itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, di mana dia mengaku memenuhi komitmennya bagi penduduk di Amona, dan memerintahkan pembentukan panitia untuk mencari lokasi yang tepat di mana warganya bisa membangun kembali rumahnya."Sebagai janji satu setengah bulan lalu, (Netanyahu) telah membentuk panitia yang akan mencari pembangunan untuk permukiman baru. Mereka bekerja segera untuk mencari titik dan mendirikan permukiman baru," demikian keterangan resmi dari pemerintah Israel, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/2).Pengumuman itu dilakukan tidak lama setelah Mahkamah Agung Israel menolak rencana pemerintah untuk menempatkan kembali penduduk Amona, sebab rencana itu dilakukan kembali di wilayah yang dimiliki Palestina.Kelompok Hak Asasi Israel, B'Tselem menyebut pembangunan terakhir terjadi pada 1999 lalu, dan pembangunan itu dilakukan tanpa izin dari pemerintah dan jauh dari wilayah Israel. Sekitar 330 warga tinggal di sana, dan menjadi permukiman terpadat di Tepi Barat.Setelah melalui perjuangan secara legal, Mahkamah Agung memutuskan agar para penduduk di sana pergi meninggalkan rumahnya karena dibangun di atas tanah Palestina.

Rekomendasi