Yunani mungkin bakal diguncang gempa besar seperti di Turki dan Suriah, menurut dua ilmuwan Yunani.
Prakiraan seismologi tersebut disampaikan Profesor Konstantinos Synolakis dan Profesor Costas Papazachos saat berbincang soal dampak bencana alam yang terjadi di Turki dan Suriah. Turki selatan dan Suriah diguncang gempa berkekuatan 7,8 magnitudo pada 6 Februari lalu, menewaskan lebih dari 45.000 orang.
Para ilmuwan tersebut mengungkapkan kekhawatirannya gempa dahsyat yang sama juga isa terjadi di Yunani di masa yang akan datang.
Saat menjadi narasumber di MEGA TV, Profesor Konstantinos Synolakis, menyatakan sebagian besar korban yang terdampak gempa di Turki dan Suriah berada di daerah perkotaan padat, di mana banyak bangunan apartemen runtuh menimpa penghuninya.
Ketika ahli kebencanaan ini ditanyakan apakah gempa dengan magnitudo sama bisa berdampak pada Yunani, dia mengatakan gempa besar umumnya terjadi di kawasan tersebut setiap 600 tahun atau lebih.
"Gempa besar terakhir di Kreta terjadi tahun 1403 dan diperkirakan gempa tersebut terjadi setiap 600 sampai 800 tahun. Kita telah berada di "jendela" abad tersebut, ketika kita mungkin akan mengalami gempa besar di Yunani 8,5 skala richter," jelasnya, dikutip dari laman Greek Reporter, Sabtu (18/2).
Profesor seismologi Universitas Aristoteles Thessaloniki, Costas Papazachos juga menjawab pertanyaan yang sama dalam wawancaranya dengan ERT. Dia mengatakan Yunani pernah mengalami gempa dengan kekutaan yang mirip dengan Turki. Dia menyebut gempa berkekuatan 7.5 skala richter di Amorgos pada 1956 dan 7,2 skala richter di Kefalonia pada 1953.
Advertisement
Yunani juga pernah mengalami gempa yang lebih besar dari kedua gempa tersebut. Pada tahun 365 Masehi, Kreta diguncang gempa berkekuatan 8,2 skala richter. Segala yang ada di pulau itu luluh lantak dan tsunami yang dipicu gempa itu berdampak ke kawasan lainnya seperti Libya, Mesir, Siprus, Italia, dan Spanyol saat ini.
Ketika ditanya apakah gempa seperti di Turki dan Suriah awal Februari lalu bisa diprediksi, Papazachos menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa memprediksi dengan tepat kapan gempa akan terjadi.
"Saat ini, tidak ada yang bisa memprediksi di mana atau kapan gempa besar akan terjadi," jelas Jaringan Kegempaan Pasifik Barat Laut (PNSN).
Namun demikian, peringatan gempa dari kedua profesor itu harus dianggap sebagai prakiraan, bukan prediksi. Prakiraan semacam itu bisa memberikan otoritas sipil di Yunani masukan bagaimana mengambil tindakan pencegahan atau mitigasi.
"Jadi kita telah mengalami gempa di daerah Yunani, ini seharusnya menjadi perhatian kita: bagaimana kita akan bertindak dan apa yang akan dilakukan dalam mengatasi kasus tersebut?" kata Papazachos.