Ilmuwan AS dan Australia akan Hidupkan Kembali Harimau Tasmania yang Telah Punah

Para peneliti di Australia dan Amerika Serikat (AS) mulai melakukan proyek untuk menghidupkan kembali harimau Tasmania yang telah punah. Proyek ini menelan anggaran miliaran dolar.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ilmuwan AS dan Australia akan Hidupkan Kembali Harimau Tasmania yang Telah Punah
Harimau Tasmania terakhir yang meninggal di kebun binatang pada 1936. ©TASMANIAN MUSEUM AND ART GALLERY

Para peneliti di Australia dan Amerika Serikat (AS) mulai melakukan proyek untuk menghidupkan kembali harimau Tasmania yang telah punah. Proyek ini menelan anggaran miliaran dolar.

Spesies terakhir hewan dengan nama resmi thylacine ini mati pada tahun 1930-an.

Tim peneliti mengatakan hewan ini bisa diciptakan kembali menggunakan sel induk dan teknologi penyuntingan gen. Mereka mengatakan harimau Tasmania pertama dapat dimunculkan kembali dalam waktu 10 tahun.

Thylacine disebut harimau Tasmania karena garis-garis yang ada di punggungnya. Namun hewan ini sebetulnya adalah marsupial, jenis hewan mamalia Australia yang membesarkan anaknya dalam sebuah kantong.

Para peneliti AS dan Australia berencana mengambil sel induk dari spesies marsupial yang masih hidup dengan DNA yang sama, lalu menggunakan teknologi penyuntingan gen untuk "menghidupkan kembali" spesies yang telah punah tersebut.

"Saya sekarang percaya bahwa dalam 10 tahun kami bisa memiliki bayi thylacine hidup pertama kami sejak mereka diburu sampai punah hampir satu abad yang lalu," jelas pemimpin penelitian, Profesor Andrew Pask dari Universitas Melbourne, dikutip dari BBC, Kamis (18/8).

Populasi harimau Tasmania berkurang ketika manusia tiba di Australia sekitar 10 ribu tahun yang lalu, dan kembali punah ketika spesies anjing liar yang disebut dingoe muncul.

Akhirnya, hewan tersebut hanya bisa bebas berkeliaran di pulau Tasmania, dan akhirnya diburu sampai punah. Spesies harimau Tasmania terakhir mati di Kebun Binatang Hobart pada 1936.

Jika para ilmuwan berhasil menghidupkan kembali hewan ini, ini akan menjadi hal pertama dalam sejarah.

Namun para peneliti lain skeptis dengan proyek ini dan menyatakan menghidupkan kembali hewan yang telah punah sama dengan kisah fiksi ilmiah.

"Menghidupkan kembali itu sebuah dongeng sains," kata Jeremy Austin dari Australian Centre for Ancient DNA kepada Sydney Morning Herald.

Austin menambahkan, proyek tersebut hanya untuk menarik perhatian media.

Proyek ini merupakan kerjasama ilmuwan Universitas Melbourne dan perusahaan Colossal yang berbasis di Texas, AS.

Rekomendasi