Etnis Uighur Disebut Alami Diskriminasi, Kemlu Minta Dubes RI di China Cari Informasi

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun telah menyampaikan isu tersebut kepada Dubes China untuk Indonesia pada 17 Desember 2018.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Etnis Uighur Disebut Alami Diskriminasi, Kemlu Minta Dubes RI di China Cari Informasi
Kamp Muslim Uighur di Xinjiang. ©REUTERS/Thomas Peter

Kementerian Luar Negeri Indonesia saat ini sedang mengupayakan pencarian informasi mengenai situasi yang terjadi di China, di mana disebutkan bahwa warga Muslim etnis Uighur mengalami diskriminasi dari pemerintah.

"Kita meminta duta besar kita di Beijing untuk mencari informasi lebih lanjut tentang keadaan yang sebenarnya di sana (China) seperti apa," kata juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di Jakarta pada Kamis (20/12).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun telah menyampaikan isu tersebut kepada Dubes China untuk Indonesia pada 17 Desember 2018.

Pada kesempatan itu, Kemlu menegaskan bahwa deklarasi HAM PBB, kebebasan beragama, dan keyakinan, merupakan hak asasi setiap manusia dan dalam hal ini merupakan tanggung jawab setiap negara untuk menghormatinya.

"Dubes RRT (Republik Rakyat Tiongkok) telah menyampaikan komitmennya terhadap perlindungan HAM dan sependapat bahwa informasi dan kondisi masyarakat Uighur adalah hal yang penting untuk diketahui publik," tambah Arrmanatha pada Rabu 19 Desember di Bandung.

"Walaupun merupakan isu dalam negeri, Kemlu RI mencatat keinginan kedutaan besar RRT di Jakarta untuk terus memperluas komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat madani, untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi masyarakat Uighur di RRT," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan laporan terbaru dari kantor berita Associated Press (AP), warga Muslim etnis Uighhur di Provinsi Xinjiang, saat ini tengah ditempatkan dalam kamp-kamp penahanan yang didirikan oleh pemerintah China saat ini.

Namun, China membantah kamp tersebut dibuat untuk menahan mereka. Pemerintah menyebut bahwa fasilitas tersebut adalah lembaga pelatihan vokasi atau kejuruan.

Reporter: Afra Augesti
Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi