Detektor logam dipasang di Al-Aqsa, Palestina ultimatum Israel

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Israel segera mencopot detektor logam yang dipasang di Masjid Al-Aqsa. Sebagai ultimatum, Abbas memutus koordinasi keamanan dengan Israel.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Detektor logam dipasang di Al-Aqsa, Palestina ultimatum Israel
Warga Palestina antre ke Masjid Al-Aqsa. ©REUTERS/Mohamad Torokman

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Israel segera mencopot detektor logam yang dipasang di Masjid Al-Aqsa. Sebagai ultimatum, Abbas memutus koordinasi keamanan dengan Israel.

"Jika Israel ingin koordinasi keamanan dimulai kembali, mereka harus menarik alat (detektor logam) tersebut," kata Abbas dalam pidatonya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (24/7).

Pemasangan alat detektor logam di gerbang kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai respons atas pembunuhan dua polisi Israel. Hal ini memicu amarah warga Palestina dan Muslim dunia karena dianggap melanggar hak mereka untuk beribadah.

Akibat hal tersebut, protes merebak dan pertikaian terjadi yang menyebabkan beberapa warga Palestina tewas dan lainnya terluka.

"Mereka pasti tahu pada akhirnya akan kalah, karena memang sudah tugas kami untuk mempertahankan keamanan di sisi kami di sini dan di sisi mereka," imbuh Abbas.

Pernyataan Abbas ini juga sebagai respons atas dipasangnya kamera pengawas CCTV di pintu masuk ke Kota Suci Yerusalem. Kamera pengawas itu dilengkapi alat pemindai infra merah dan sinar-X.

Warga Palestina bernama Hussein Da'na, 76 tahun, mengatakan kepada Aljazeera, dia menolak pemasangan kamera karena sangat merugikan warga Palestina.

"Kamera ini dipasang untuk mengidentifikasi wajah orang yang dilarang masuk masjid," kata dia.

"Kami salat tiap subuh di sini dan polisi menyerang kami. Saya akan tetap salat di sini sampai Israel mencopot semua yang sudah dipasang," lanjut dia.

Kamera yang dipasang Israel ditaruh di pintu masuk Gerbang Singa. Polisi Israel melarang wartawan mendekati gerbang.

Gilad Erdan, menteri keamanan publik Israel, memberi peringatan akan potensi "ketidakstabilan skalan besar." Hal tersebut kemungkinan besar terjadi di Tepi Barat, daerah yang berada di luar kendali Abbas.

Erdan menyatakan Israel pada akhirnya mungkin menyingkirkan detektor logam tersebut setelah peninjauan ulang. Alternatifnya, kemungkinan polisi akan menambah pasukan keamnan di pintu masuk kompleks masjid dan memasang CCTV dengan kemampuan deteksi wajah.

"Banyak, walau bagaimanapun, jemaat yang dikenal polisi, yang sudah biasa beribadah di sana, dan orang-orang lanjut usia dan seterusnya, sehingga direkomendasikan untuk menghindari penggunaan detektor logam," kata Erdan kepada Army Radio sebagaimana dikutip Reuters, menyiratkan hanya orang-orang tertentu yang mesti melalui pemeriksaan tambahan.

Rekomendasi