Dua bom mobil meledak bersamaan di kota berbeda, Turki. Ledakan pertama terjadi dekat Rusak Sakit Kota Kiziltepe, Provinsi Mardin, dekat perbatasan Suriah. Akibat ledakan tersebut 50 orang dilaporkan luka-luka. Sedangkan ledakan berikutnya berselang satu jam di Kota Diyarbakir, melukai sejumlah petugas kepolisian. Belum ada laporan korban tewas dalam dua insiden terpisah itu.
Russian Times melaporkan, Kamis (11/8), investigasi awal menunjukkan sasaran dua bom ini adalah patroli petugas kepolisian. Bom di Kiziltepe meledak setelah mobil polisi melewati bangunan rumah sakit. Saksi mata menyatakan terdengar suara tembakan, namun belum terkonfirmasi apakah asal suara itu dari senjata militan.
Kantor berita Reuters menyatakan ledakan di Kiziltepe setidaknya melukai 10 petugas kepolisian, sisanya warga sipil. Sementara untuk ledakan di Diyarbakir, korban luka sebanyak tujuh orang. Belum jelas berapa petugas yang jadi korban.
Situasi setelah bom meledak dekat RS Kiziltepe (c) 2016 Merdeka.com/Bolge Gercekleri
Pemerintah Kiziltepe menuding Partai Rakyat Pekerja Kurdistan (PKK) sebagai dalang serangan bom beruntun ini. Wilayah Mardin dihuni oleh mayoritas etnis Kurdi. Insiden serupa terjadi Juli lalu, ketika seorang polisi tewas terkena ledakan mobil di dekat pos jaga.
Pemerintah Pusat Turki memasukkan PKK sebagai organisasi teroris. Kelompok ini memiliki aspirasi memerdekakan diri, membentuk negara Kurdistan. Selain PKK, rangkaian aksi terorisme di Turki selama enam bulan terakhir didalangi oleh ISIS.