Indonesia diprediksi akan menjadi penyumbang polusi ketiga dunia, melewati India. Status ini terancam disandang akibat bencana asap dari hutan Kalimantan dan Sumatera yang tak kunjung padam tiga bulan terakhir.
Surat kabar the Strait Times melaporkan, Minggu (18/10), kajian soal polusi akibat asap itu dibuat oleh World Resources Institute (WRI). Bencana asap yang berulang saban tahun dipastikan menggagalkan target pemerintah memangkas emisi karbon nasional ke level 29 persen pada 2030.
"Sejak September 2015 emisi karbon harian dakibat kebakaran hutan di Indonesia telah melampaui emisi harian dari seluruh perekonomian AS dalam 26 hari," seperti dikutip dari keterangan tertulis WRI.
WRI mencatat muncul lebih dari 90 ribu 100 ribu titik kebakaran hutan selama 2015 di Tanah Air, ekuivalen dengan 2 miliar ton CO2 terbuang ke udara. India selama ini adalah urutan ketiga produsen emisi karbon terbesar dunia, setelah Amerika Serikat dan China.
Dalam laporan WRI, 75 persen sumbangan emisi karbon Indonesia berasal dari pembakaran lahan di hutan industri yang merembet ke kawasan lainnya. Indonesia selama satu dasawarsa ini konsisten masuk 10 besar negara di dunia yang menyumbang emisi karbon tertinggi. Khususnya dari pembakaran lahan gambut.
Pakar Lingkungan Universitas Amsterdam, Guido van der Werf, menyatakan Indonesia akan menyumbang lebih banyak polusi udara karena El Nino menghambat curah hujan tahun ini. "Besaran emisi karbon Indonesia akan ditentukan lamanya El Nino. Saya perkirakan kebakaran hutan sejauh ini baru berlangsung separuh jalan," urainya.