Virus ini muncul pertama kali di Wuhan. Pemerintah Kota Wuhan pertama kali membenarkan pada 31 Desember lalu sejumlah rumah sakit di kota itu sedang merawat puluhan pasien yang terjangkit pneumonia (gangguan pernapasan) karena sebab yang belum jelas.
Banyak pasien yang terjangkit itu punya kaitan dengan Pasar Seafood Huanan yang juga menjual unggas hidup dan daging hewan eksotik. Karena dianggap pasar itu sebagai sumber virus itu berasal maka pasar tersebut kemudian ditutup dan disemprot anti-hama.
Komisi Kesehatan Wuhan kemarin mengatakan penyakit itu juga menjangkiti orang yang tidak pernah mengunjungi pasar Huanan dan itu menimbulkan kecurigaan virus itu ada juga di tempat lain di Wuhan.
Pejabat lokal berjanji akan menangani wabah ini secara terbuka. Tetapi ingatan tentang bagaimana China awalnya menutupi tingkat wabah SARS yang mematikan yang menginfeksi lebih dari 8.000 orang pada tahun 2002 dan 2003 belum sepenuhnya pudar. Meskipun para pakar mengatakan pemerintah China bberupaya lebih transparan sekarang, banyak orang di China tetap skeptis.
Selama akhir pekan, jumlah kasus yang dilaporkan lebih dari tiga kali lipat menjadi sekitar 200, sebagian besar di Wuhan. Satu orang lagi di kota itu meninggal, sehingga total korban meninggal menjadi tiga orang, sementara sembilan lainnya kritis, kata komisi kesehatan kota itu. Dua puluh lima orang telah pulih.
Pihak berwenang telah mulai mendeteksi kasus-kasus pertama yang muncul di luar Wuhan. Lima kasus baru dilaporkan di Beijing, 14 di Provinsi Guangdong, dan dua di Shanghai. Total kasus wabah ini naik menjadi setidaknya 219.
Advertisement
Dikutip dari The New York Times, Selasa (21/1), pihak berwenang di Thailand mendeteksi virus ini menjangkiti dua wisatawan asal China yang terbang dari Wuhan ke Bangkok. Pemerintah mengatakan dua perempuan tersebut, berusia 74 tahun dan 61 tahun, dalam keadaan baik.
Di Jepang, seorang pria China yang balik dari Wuhan pada 6 Januari juga dikonfirmasi sakit akibat virus tersebut. Dia kemudian dipulangkan setelah dirawat lima hari di rumah sakit.
Korea Selatan mengonfirmasi temuan pertama virus corona ini pada Senin yang menjangkiti perempuan China berusia 35 tahun. Perempuan ini berasal dari Wuhan tiba di Bandara Internasional Incheon, Seoul pada Minggu.
Perempuan ini diketahui mengalami demam, nyeri otot, dan gejala lain saat pemeriksaan bea cukai dan segera dikarantina untuk menjalani tes, kata Jung Eun-kyeong, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea.
Perempuan itu bepergian dengan lima orang lainnya untuk liburan Tahun Baru Imlek di Korea Selatan dan Jepang, kata Jung. Pejabat Korea Selatan melakukan tes pada siapa pun yang diyakini telah melakukan kontak dengan perempuan tersebut di pesawat.