13 tahun lepas dari Indonesia, Timor Leste kian melarat

Reporter : Ardini Maharani | Jumat, 6 Juli 2012 19:39

13 tahun lepas dari Indonesia, Timor Leste kian melarat
Air bersih, listrik, kesehatan, dan pendidikan masih menjadi masalah serius di Timor Leste. Sebanyak 80 persen dari sekitar sejuta rakyat negara itu hidup di bawah garis kemiskinan. (theaustralian.com.au)

Merdeka.com - Tiga belas tahun Timor Leste lepas dari Indonesia, bekas provinsi ke-27 ini justru makin melarat. Menjelang pemilihan parlemen besok, kemiskinan menjadi isu penting.

Situs theaustralian.com.au melaporkan, jumat (6/7). 80 persen dari sekitar sejuta rakyat Timor Leste berada di bawah garis kemiskinan, hanya dengan Rp 18.700 saban hari. Padahal mereka memiliki kekayaan alam berupa gas dan minyak di Celah Timor. Namun sampai sekarang, rakyat masih bergantung pada pertanian asal cukup buat makan.

Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak berjanji mengatasi kemiskinan dan mengurangi pengangguran secara bertahap. Dia berkomitmen dalam dua tahun ke depan seperlima penduduk akan hidup layak. "Kita harus mencari investor mendukung perdagangan, infrastruktur, dan pendidikan. Akan ada pemerataan pembangunan," katanya.

Lebih dari Rp 14 triliun dana internasional dikucurkan ke Timor Leste selama 1999-2011, tapi tak terlihat hasilnya. Pembangunan hanya dirasakan di Ibu Kota Dili, itu pun Istana Kepresidenan dan gedung pemerintahan memakai dana China.

Walau rata-rata penduduk bertani, nyatanya Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat kenaikan impor pangan sembilan persen. Pegiat lembaga nirlaba La'o Hamutuk, Charles Scheiner, mengatakan sektor pertanian harus lebih diperhatikan. "Ekonomi berinti dan terfokus pada kebutuhan sehari-hari seperti air, lilin, rokok, bir, dan konsumsi lokal lain," ujarnya.

Scheiner menambahkan Timor Leste bisa membiayai sekitar 90 persen dari kekayaan minyak dan gas bumi. Tapi ini belum terwujud. Menurut dia, pemerintah lebih suka bermimpi tentang kilang minyak dibangun dengan pendapatan negara dan rakyat sengsara.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan perekonomian Timor Leste bergantung pada minyak dunia. Dua partai utama negara ini, Fretilin dan Kongres Nasional, mempunyai pandangan berbeda untuk mengolah dana minyak. Sayap kiri Fretilin mengajukan pendidikan dan menciptakan lapangan kerja, tapi Kongres Nasional menyarankan pembangunan infrastruktur.

[fas]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Timor Leste

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Menag Lukman Hakim sebut biro umrah palsu janjikan banyak fasilitas
  • Vin Diesel setuju aktris peraih Oscar ini ikut di 'FURIOUS 8'
  • Kapolda Metro minta Kapolres bersihkan preman dan calo di pasar
  • Tak lagi syuting, untuk makan saja Om Jin 'Jin dan Jun' kesulitan
  • Polda Metro klaim peredaran narkoba selama Ramadan menurun
  • Rumor reshuffle beredar, Moeldoko jadi Menko Polhukam gantikan Tedjo
  • Film Spider-Man terbaik? Ini pendapat orang penting Marvel
  • Bocor, ini tampilan Mitsubishi Pajero Sport versi 2016!
  • Bukber dengan anak jalanan, Polwan sosialisasikan pengetahuan seks
  • Denada layangkan gugatan cerai, Emilia Contessa: saya kaget betul
  • SHOW MORE