YLKI: Aduan konsumen di toko online rata-rata hanya dijawab 'terima kasih'

Jumat, 19 Januari 2018 15:23 Reporter : Desi Aditia Ningrum
5 bisnis online shop di usia muda. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sepanjang tahun 2017, belanja online menempati urutan tertinggi paling banyak diadukan oleh konsumen mencapai 16 persen. Aduan terbanyak dari konsumen itu mengenai barang yang dipesan belum masuk dari toko online.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengungkapkan pelaku usaha online kurang kooperatif dalam merespon pengaduan konsumen termasuk pengaduan yang disampaikan oleh YLKI.

"Kami punya HP atau email para petinggi di belanja online itu, tapi jawabannya rata-rata thank you saja, terima kasih, tapi tidak direspon dengan perubahan kebijakan atau memperbaiki infrastruktur mereka," kata Tulus di kantor YLKI, Jakarta, Jumat (19/1).

Selain itu, keluhan yang dilakukan oleh konsumen kepada toko online hanya dijawab melalui live chat. Sehingga dia meminta agar konsumen berhati-hati saat belanja online. Sebab selama ini dia menilai bahwa konsumen hanya fokus terhadap kemudahan saat belanja atau transaksi.

"Konsumen hanya berpatokan pada kemudahan saja. Bisa bertransaksi lewat gadget, kemudian bisa melakukan transaksi online. Tapi belum memikirkan soal data pribadi yang menjadi risiko tinggi dan masalah penipuan yang ada dalam transaksi belanja online," jelasnya.

Dia menjelaskan ada tiga alasan yang menyebabkan tingginya pengaduan terhadap belanja online. Pertama, pelaku usaha belum punya itikad baik untuk melakukan transaksi jujur dan melayani konsumen dengan baik. Kedua, regulasi yang masih sangat lemah dari pemerintah, dan ketiga unsur ketidakhatian konsumen dalam transaksi belanja online.

"Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah segera membuat aturan main soal belanja online yang lebih jelas tegas dan berpihak pada konsumen," tandasnya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. YLKI
  2. Online Shop
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini