Warren Buffet jual seluruh sahamnya di GE, pertanda apa?
Merdeka.com - Pemilik Berkshire Hathaway, Warreen Buffet menjual semua sahamnya yang ada di perusahaan listrik, General Electric. Hal ini disebabkan banyaknya permasalahan di dalam tubuh perusahaan tersebut.
Permasalahan yang menimpa GE ini membuat CEO Jeffrey Immelt mengundurkan diri.
Dilansir businessinsider.com, Kamis (17/8), orang terkaya nomor dua di dunia ini mendapatkan USD 315 juta atau setara Rp 4,2 triliun. Dalam beberapa bulan terakhir, saham GE di Wall Street selalu turun. Terakhir, saham GE turun 0.21 poin atau 0,83 persen dengan nilai USD 25,15 per saham.
Saat krisis 2008, Berkshire Hathaway membeli saham GE senilai USD 3 miliar atau Rp 40,1 triliun. Hingga tahun ini, Warren Buffet telah mendapatkan keuntungan sebesar USD 1 miliar atau Rp 13,3 triliun.
Usai menjual saham GE, Buffet membeli saham Synchrony Financial, perusahaan yang justru dilepas General Electric pada 2015. Synchrony Financial ini merupakan perusahaan penyedia kartu kredit di Amerika Serikat.
Kehilangan investor besar membuat GE seperti tak lagi memiliki tanduk dalam bisnisnya. Bahkan, keluarnya Buffet ini disebut sebagai akhir dari era kejayaan GE.
Bos GE, John Flannery mengatakan saat ini, perusahaan tengah menghadapi tugas berat untuk membuat GE kembali berjaya dan meningkatkan pendapatan bagi perusahaan yang berusia 125 tahun ini.
Harga saham perusahaan telah jatuh 20 persen selama 2017. GE selalu memberikan dividen yang besar ke investor. Namun, dalam tiga tahun terakhir, total dividen hanya sebesar 9 persen.
Ini bisa jadi akhir era kejayaan GE usai pengunduran diri Immelt dan Warren Buffet menjual semua sahamnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya