Wapres JK klaim PHK massal bukan karena ekonomi melemah

Jumat, 5 Februari 2016 18:07 Reporter : Sri Wiyanti
Wapres JK klaim PHK massal bukan karena ekonomi melemah Jusuf Kalla berkunjung ke merdeka.com. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah perusahaan asing di Tanah Air bukan disebabkan oleh melemahnya perekonomian nasional. Tren PHK tersebut hanya terjadi di bidang ekonomi tertentu.

"Jadi semua aksi korporasi yang terjadi itu bukan karena ekonomi melemah. Pasar kita masih cukup bagus untuk hal-hal tertentu. Gelombang PHK itu kan sudah lama, itu ada bukan karena ekonomi secara keseluruhan," kata wapres di Kantornya seperti dilansir Antara, Jakarta, Jumat (5/2).

Dia memberi contoh di bidang pertambangan menjadi salah satu industri yang memberhentikan pekerjanya akibat turunnya harga komoditas. Turunnya harga komoditas itu menyebabkan produk-produk alat berat dan transportasi terkait juga menurun pembeliannya.

"Itu ada hubungannya kemudian dengan Ford (tutup), karena mobil Ford itu kecil penjualannya, karena umumnya dipakai di daerah-daerah berat, daerah pertambangan. Jadi ya turun daya belinya," katanya menjelaskan.

Selain itu, terkait PHK terhadap ribuan karyawan dari PT Panasonic Gobel Indonesia, Wapres mengatakan hal itu terjadi karena ada efisiensi dan restrukturisasi terhadap perusahaan milik mantan menteri perdagangan Rahmat Gobel tersebut.

"Itu karena (pabrik Panasonic) inefisien, lampunya diganti produksinya, maka pabriknya diefisienkan dan digabung, itu saja (sebabnya)," tambahnya.

Pemerintah, lanjutnya, tengah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air supaya perusahaan-perusahaan meminimalkan pemberhentian tenaga kerja.

"Kami mengusahakan ekonomi tetap berjalan sehingga PHK itu berkurang, kalau perlu justru dibutuhkan tenaga kerja baru. Ekonomi digerakkan ke atas lebih baik lagi dan pertumbuhan juga lebih tinggi lagi," ujar wapres. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini