Terungkap! Hasil Pengecekan Pertamina Kalimantan Terkait Dugaan Pertalite Dicampur Air di Banjarmasin
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan sigap menanggapi laporan konsumen terkait dugaan Pertalite dicampur air di Banjarmasin. Apa hasil pengecekan mereka?
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat menanggapi laporan konsumen. Laporan tersebut mencurigai adanya Pertalite dicampur air di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banjarmasin. Respons sigap ini dilakukan untuk memastikan pelayanan dan penyaluran BBM sesuai standar yang berlaku.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menyatakan pengecekan telah dilakukan. Timnya memeriksa kualitas dan kuantitas (Quality Quantity/QQ Check) serta uji tera nozzle di beberapa SPBU. Langkah ini diambil menyusul keluhan masyarakat mengenai gangguan kendaraan setelah mengisi Pertalite.
Pengecekan intensif ini telah berlangsung sejak Rabu di beberapa SPBU. Kemudian dilanjutkan pada Jumat di kawasan Benua Anyar, dan Minggu (02/11) di SPBU Jalan A Yani Km 6 serta Jalan Belitung Darat. Pertamina berkomitmen penuh dalam menjaga integritas produk BBM yang disalurkan kepada publik.
Investigasi Menyeluruh di SPBU Banjarmasin
Isfahani menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan di dua lokasi utama, yakni SPBU 64.702.02 Jalan A Yani Km 6 dan SPBU 64.701.08 Jalan Belitung Darat, Kuin Selatan, Banjarmasin. Sebelumnya, pengecekan serupa juga telah dilakukan di SPBU kawasan Benua Anyar pada Jumat, melibatkan tim Sales Area Retail Kalimantan Selatan dan lembaga independen Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalimantan Selatan.
Pemeriksaan difokuskan pada tangki penyimpanan SPBU dan pengambilan sampel BBM langsung dari nozzle dispenser. Prosedur ini bertujuan untuk menguji berat jenis (specific gravity) dan kadar air (water content) dari produk Pertalite yang dijual. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan BBM memenuhi aspek mutu dan kuantitas.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa berat jenis dan kadar air Pertalite sesuai standar yang ditetapkan. Tim tidak menemukan indikasi kontaminasi air pada sampel yang diambil, sejalan dengan hasil pengecekan yang dilakukan bersama lembaga independen sebelumnya. Ini menegaskan bahwa produk Pertalite yang disalurkan memenuhi persyaratan.
Secara kuantitas dan kualitas, hasil pengecekan terhadap sampel di tangki penyimpanan maupun nozzle menunjukkan bahwa produk Pertalite memenuhi persyaratan teknis. Isfahani menegaskan, “Meski demikian, kami akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh rantai distribusi dan kualitas produk yang disalurkan tetap sesuai standar.”
Komitmen Pertamina Terhadap Kualitas dan Pelayanan
Pertamina menegaskan bahwa pengawasan terhadap mutu dan jumlah BBM dilakukan secara rutin dan berlapis. Proses ini mencakup setiap tahapan, baik di tingkat Terminal BBM maupun SPBU penyalur. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab Pertamina kepada masyarakat dalam menyediakan produk energi yang terjamin.
“Kami berkomitmen memastikan BBM yang dijual di SPBU tepat mutu dan tepat jumlah bagi seluruh konsumen,” ujar Isfahani. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang proaktif melaporkan kendala atau pelayanan yang dianggap tidak sesuai melalui Pertamina Contact Center 135. Pertamina menaruh atensi serius untuk memberikan pelayanan terbaik.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa Pertamina menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara cepat dan menyeluruh. Tim tidak hanya memeriksa kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak SPBU, tetapi juga memberikan pendampingan.
Pendampingan ini diberikan kepada konsumen yang kendaraannya mengalami kendala setelah mengisi BBM. Edi menambahkan, “Setiap laporan masyarakat menjadi prioritas kami. Selain melakukan pemeriksaan di SPBU, tim juga mendampingi konsumen yang kendaraannya mengalami gangguan untuk dilakukan pemeriksaan di bengkel.” Pertamina juga memberikan penggantian biaya bagi konsumen yang telah melakukan perbaikan secara mandiri.
Saluran Pengaduan dan Transparansi Pertamina
Untuk memastikan transparansi dan aksesibilitas bagi masyarakat, Edi Mangun menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga membuka saluran pengaduan. Konsumen dapat menyampaikan laporan atau kendala melalui berbagai kanal resmi yang tersedia.
Saluran tersebut meliputi Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, media sosial @pertamina.135, atau langsung melalui SPBU tempat pembelian terakhir. Ketersediaan berbagai jalur komunikasi ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendengarkan dan merespons masukan dari masyarakat.
Laporan masyarakat sangat penting bagi Pertamina sebagai umpan balik untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pertamina akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan seluruh rantai distribusi dan kualitas produk yang disalurkan tetap sesuai standar yang berlaku.
Sumber: AntaraNews