Tekan defisit, Kemendag ingin waralaba Indonesia ekspansi keluar negeri

Jumat, 5 Oktober 2018 20:49 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Tekan defisit, Kemendag ingin waralaba Indonesia ekspansi keluar negeri Waralaba Alfamart. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti menyebut bahwa bisnis waralaba bisa menjadi salah satu sektor yang dapat membantu mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia.

Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan mendorong agar industri waralaba dapat terus melebarkan sayap hingga dapat menguasai pasar domestik dan merambah pasar luar negeri.

"Harapan kami ekspor Indonesia tidak hanya komoditas, tapi perusahaan waralaba Indonesia melakukan ekspansi perusahaannya, membuka gerai di luar negeri, baik modal sendiri maupun kerja sama dengan investor dari negara itu sendiri," kata dia, di acara pameran bisnis waralaba 'The Biggest Expo 2018', di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (5/10).

"Pesan saya, saat ini kita sedang mengalami defisit neraca perdagangan, kalau bisa jangan mereka yang masuk ke kita, tapi kita yang keluar," lanjut dia.

Kementerian Perdagangan katanya juga aktif mengenalkan bisnis waralaba Indonesia, terutama bagi kelompok Indonesia diaspora yang ada di luar negeri.

"Misalnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang ada di Jepang, Korea, Hong Kong, akan kami kenalkan waralaba yang ada di Indonesia sehingga ketika mereka kembali, mereka punya kegiatan bisnis yang dapat diduplikasi dengan mudahnya, karena waralaba ini sistem yang dilihat," jelas Tjahya.

Dalam pandangannya, bisnis waralaba masih punya potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia yang besar, menjadi salah satu peluang pasar yang dapat digarap.

"Indonesia saat ini terdapat 550 badan usaha waralaba dengan dengan total nilai produk barang dan jasa mencapai USD 17,2 miliar," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini