'Tai babi' khas Belitung dihargai Rp 300.000/butir, pembeli sampai dari luar negeri

Rabu, 27 Desember 2017 21:15 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
'Tai babi' khas Belitung dihargai Rp 300.000/butir, pembeli sampai dari luar negeri Monumen Satam Belitung. ©2016 Merdeka.com/Ardyan Mohammad Erlangga

Merdeka.com - Durian Cumasi atau yang biasa disebut tai babi khas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibanderol dengan harga yang cukup fantastis yakni Rp 300.000 per butir. Beda buah ini dengan durian lainnya yakni dari segi rasanya yang khas.

"Cumasi merupakan jenis durian yang cukup mahal karena selain buahnya sedikit langka, rasanya juga lebih enak dibanding buah durian jenis lainnya," ujar salah seorang pedagang durian di Pangkalpinang, Imron, dikutip dari Antara, Rabu (27/12).

Dia menyebut, meskipun harganya mahal, namun durian Cumasi diburu masyarakat lokal hingga para pelancong asing yang penasaran dengan kenikmatan durian tersebut.

"Musim durian yang bertepatan dengan musim liburan Tahun Baru 2017 memberikan efek yang positif, karena selain masyarakat lokal pembeli juga banyak yang datang dari daerah luar, bahkan ada yang dari luar negeri. Ini memberikan keuntungan yang lebih bagi kita," ujarnya.

Dilihat dari bentuk dan ukurannya, cumasi sama seperti durian lainnya. Namun yang membedakannya adalah rasanya yang lebih legit, manis sedikit pahit, dengan daging buah yang tebal dan bijinya sangat kecil.

"Kalau urusan rasa, durian Cumasi tidak tertandingi oleh durian jenis lain. Tidak banyak masyarakat yang menanam durian ini sehingga buahnya sedikit langka dan hanya ada di beberapa desa saja," katanya.

Selain itu, tidak semua pedagang menjualnya, terkecuali jika ada pembeli yang memesannya. "Biasanya kita ambil durian Cumasi berdasarkan pesanan saja karena pembelinya rata-rata masyarakat kalangan menengah ke atas," ujarnya.

Salah seorang pembeli durian yang berasal dari Jakarta, Doni, mengaku ingin membeli Cumasi karena rasanya sangat enak, berbeda dengan durian jenis lainnya.

"Saya sudah pernah merasakan durian ini. Karena rasanya yang enak membuat saya ingin membeli lagi. Rasanya berbeda dengan durian lainnya. Durian yang ada di Bangka semuanya enak berbeda dengan daerah lain," katanya.

Meskipun harganya cukup mahal, tetapi pembeli puas karena rasanya yang sangat legit dan tebal. "Harga yang mahal setara dengan rasa dan kenikmatannya," katanya. [bim]

Topik berita Terkait:
  1. Durian
  2. Ekonomi Indonesia
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini