Tahukah Anda? Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri, 'Sepi' Turis? Gubernur Ansar Genjot Wisata Tanjungpinang dengan Monumen Bahasa dan Revitalisasi Gurindam 12

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bertekad menjadikan Tanjungpinang sebagai magnet pariwisata. Berbagai upaya pengembangan Wisata Tanjungpinang, termasuk pembangunan Monumen Bahasa, digencarkan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri, 'Sepi' Turis? Gubernur Ansar Genjot Wisata Tanjungpinang dengan Monumen Bahasa dan Revitalisasi Gurindam 12
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bertekad menjadikan Tanjungpinang sebagai magnet pariwisata. Berbagai upaya pengembangan Wisata Tanjungpinang, termasuk pembangunan Monumen Bahasa, digencarkan. (Merdeka.com)

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengubah wajah Kota Tanjungpinang menjadi destinasi pariwisata unggulan. Pernyataan ini disampaikan Ansar di Tanjungpinang, menyoroti potensi besar yang belum sepenuhnya tergali dari ibu kota provinsi ini. Beliau berambisi menjadikan kota ini sebagai magnet bagi kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Inisiatif strategis ini muncul sebagai respons terhadap kondisi Tanjungpinang yang dinilai relatif lebih sepi dibandingkan ibu kota provinsi lainnya di Indonesia. Ansar menekankan urgensi adanya gebrakan baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang kuat terhadap pertumbuhan perekonomian daerah setempat.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri telah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif yang berfokus pada pengembangan infrastruktur wisata. Upaya ini mencakup pembenahan fasilitas serta pengembangan ikon-ikon baru yang menarik. Fokus utama adalah mempercantik kota agar semakin berkembang dan maju sebagai pusat wisata Tanjungpinang yang diminati.

Revitalisasi Kawasan Wisata Unggulan

Salah satu fokus utama adalah pembenahan kawasan wisata Taman Gurindam 12. Pemprov Kepri terus berupaya menata area ini melalui skema kerja sama dengan pihak swasta. Tujuannya adalah membangun gedung-gedung kuliner bermerek yang modern dan menarik pengunjung.

"Kawasan ini perlu ditata lebih baik biar ada daya tarik orang datang ke Tanjungpinang, khususnya Taman Gurindam 12," ujar Ansar. Sebagian area akan dilelang kepada pihak ketiga untuk pembangunan tersebut. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata Tanjungpinang.

Selain Gurindam 12, Pemprov Kepri juga berhasil melakukan transformasi signifikan pada pusat kuliner legendaris Akau Potong Lembu. Kawasan ini kini tampil dengan wajah yang lebih kekinian dan menarik. Perubahan tersebut terbukti efektif dalam menarik banyak pengunjung setiap malamnya.

Gubernur Ansar menegaskan pentingnya peningkatan daya tarik wisata di Tanjungpinang. "Kalau tidak bagaimana kita mau membawa turis-turis asing dari Lagoi-Bintan berkunjung kemari," ucapnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pengembangan wisata Tanjungpinang.

Ikon Sejarah dan Penataan Kota Lama

Proyek lain yang digesa adalah pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat. Monumen ini diproyeksikan menjadi ikon wisata sejarah yang vital. Pulau Penyengat merupakan lokasi bersejarah lahirnya Bahasa Persatuan Nasional, Bahasa Indonesia.

Pembangunan Monumen Bahasa ini mendapatkan dukungan dana APBN sekitar Rp20 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui Kementerian Kebudayaan RI. "Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai dibangun," kata Ansar, menunjukkan optimisme terhadap proyek ini.

Selanjutnya, Pemprov Kepri berencana menata pasar tradisional di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. Konsep penataan ini akan menyerupai pasar-pasar di Melaka, Malaysia. Tujuannya adalah menjadikannya pusat perbelanjaan sekaligus objek wisata bersejarah yang menarik bagi pengunjung wisata Tanjungpinang.

Gubernur Ansar turut mengajak Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk berkolaborasi menata pusat ibu kota. Kolaborasi ini diharapkan dapat menggeliatkan ekonomi masyarakat, khususnya melalui sektor pariwisata. Apalagi, Tanjungpinang merupakan salah satu pintu masuk utama kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri.

Dengan berbagai inisiatif strategis ini, Gubernur Ansar Ahmad optimis bahwa wisata Tanjungpinang akan mengalami lonjakan signifikan. Fokus pada keindahan alam, sejarah, dan kuliner diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan. Upaya ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memajukan perekonomian dan citra Kota Gurindam di kancah nasional maupun internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi