Tahukah Anda? Sidrap, Lumbung Pangan Nasional, Kini Arahkan Petani dan Peternak Gunakan QRIS

Pemerintah Kabupaten Sidrap mendorong petani dan peternak untuk beralih ke transaksi digital menggunakan QRIS. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan transparansi pembayaran di sektor pangan utama dan memperkuat ekonomi digital Sidrap.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Sidrap, Lumbung Pangan Nasional, Kini Arahkan Petani dan Peternak Gunakan QRIS
Pemerintah Kabupaten Sidrap mendorong petani dan peternak untuk beralih ke transaksi digital menggunakan QRIS. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan transparansi pembayaran di sektor pangan utama dan memperkuat ekonomi digital Sidrap. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, secara aktif mengarahkan para petani dan peternak setempat untuk memanfaatkan teknologi digital. Inisiatif ini berfokus pada penerapan transaksi pembayaran nontunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem transaksi yang lebih modern dan efisien di sektor pertanian dan peternakan.

Bupati Sidrap Syaharudin Alrif menjelaskan bahwa dengan adopsi QRIS, transaksi masyarakat di sektor pertanian dan peternakan diharapkan menjadi lebih praktis, aman, dan transparan. Pernyataan ini disampaikan Syaharudin di sela-sela kehadirannya dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang dirangkaikan dengan Indonesia Fintech Summit dan Expo (IFSE) 2025 di Jakarta. Beliau menekankan pentingnya digitalisasi untuk kemajuan daerah.

Oleh karena itu, Pemkab Sidrap kini sedang memperluas cakupan penggunaan QRIS dalam setiap aktivitas jual beli hasil produk pangan petani maupun peternak ayam dan telur. Perluasan ini juga mencakup pembelian kebutuhan usaha bagi masyarakat setempat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk mendorong digitalisasi ekonomi di seluruh lapisan masyarakat Sidrap.

Kabupaten Sidrap dikenal sebagai salah satu daerah penyangga ketersediaan pangan nasional yang krusial. Wilayah ini merupakan penghasil beras terbesar di Sulawesi, sekaligus penyedia telur ayam yang signifikan untuk kebutuhan masyarakat luas. Dengan potensi besar di sektor pertanian dan peternakan, penerapan QRIS diharapkan mampu membawa dampak positif yang substansial.

Pemanfaatan QRIS bagi petani dan peternak akan mempermudah alur pembayaran, mengurangi risiko transaksi tunai, dan meningkatkan akuntabilitas keuangan. Ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Proses jual beli hasil panen dan ternak menjadi lebih cepat dan tercatat secara digital, memberikan kemudahan bagi kedua belah pihak.

Bupati Syaharudin Alrif, yang akrab disapa Sahar, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen daerah terhadap transformasi digital. Kehadirannya di acara FEKDI dan IFSE menunjukkan keseriusan Pemkab Sidrap dalam mengadopsi inovasi keuangan. Hal ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal melalui jalur digital.

Selain sektor pertanian dan peternakan, penerapan QRIS di Sidrap telah merambah berbagai layanan publik lainnya. Sistem pembayaran nontunai ini telah digunakan secara luas untuk berbagai jenis pajak dan retribusi daerah. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam setiap aspek pelayanan.

Untuk penerimaan pajak, QRIS digunakan pada pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak hotel, restoran, mineral bukan logam dan batuan, reklame, parkir, hiburan, sarang burung walet, serta air tanah. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan efisiensi penerimaan daerah. Kepala Bapenda Sidrap, Rohady Ramadhan, mendampingi Bupati dalam menjelaskan cakupan ini.

Penerimaan retribusi daerah juga telah memanfaatkan QRIS untuk persampahan, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), tepi jalan umum, pasar, parkir khusus, penjualan produksi usaha daerah, tempat wisata dan sarana olahraga, rumah dinas, serta terminal. Tidak hanya itu, QRIS juga kini digunakan di kalangan pelaku UMKM Sidrap, termasuk usaha laundry dan rumah makan. Bahkan, pembayaran PDAM dan donasi di sejumlah masjid di wilayah Sidrap juga telah memanfaatkan QRIS untuk mempermudah layanan dan sumbangan jemaah.

Wakil Ketua DPRD Sulsel periode 2019-2024 ini mengemukakan, penerapan QRIS merupakan wujud nyata dukungan terhadap program digitalisasi daerah. Inisiatif ini tidak hanya berhenti pada sektor-sektor yang telah disebutkan, melainkan akan terus dikembangkan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk membawa manfaat digitalisasi ke seluruh lapisan masyarakat.

Bupati Syaharudin Alrif menekankan bahwa penerapan QRIS ke depan akan terus diperluas ke berbagai bidang pelayanan publik lainnya. Tujuannya adalah agar manfaat transaksi digital ini semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat Sidrap. Ini mencerminkan visi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang modern dan terintegrasi.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sidrap Muhammad Rohady Ramadhan menambahkan, pihaknya bersama jajaran segera menindaklanjuti arahan bupati. Mereka berkomitmen untuk menerapkan QRIS bagi petani dan peternak untuk bertransaksi. Rohady menegaskan, “Kami beserta jajaran mendukung penuh dan komitmen menjalankan program Bupati Sidrap untuk memperluas digitalisasi transaksi di daerah, termasuk mendorong para petani dan peternak menggunakan QRIS saat melakukan pembayaran.”

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi