Tahukah Anda? Realisasi Pendapatan Daerah Biak Numfor Triwulan III 2025 Capai Rp941,3 Miliar, Optimis 100% Tercapai!

BPKAD Biak Numfor melaporkan realisasi pendapatan daerah Biak Numfor hingga triwulan III 2025 mencapai Rp941,3 miliar. Akankah target Rp1,37 triliun tercapai 100%?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Realisasi Pendapatan Daerah Biak Numfor Triwulan III 2025 Capai Rp941,3 Miliar, Optimis 100% Tercapai!
BPKAD Biak Numfor melaporkan realisasi pendapatan daerah Biak Numfor hingga triwulan III 2025 mencapai Rp941,3 miliar. Akankah target Rp1,37 triliun tercapai 100%? (AntaraNews)

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Biak Numfor, Papua, baru-baru ini mengumumkan capaian signifikan. Realisasi pendapatan daerah mereka hingga triwulan III tahun 2025 telah mencapai angka Rp941,3 miliar. Angka ini setara dengan 68,63 persen dari total target yang ditetapkan sebesar Rp1,37 triliun.

Kepala BPKAD Kabupaten Biak Numfor, Gunadi, menyatakan optimismenya terhadap pencapaian target penuh. "Kami optimistis dalam dua bulan ke depan pendapatan daerah dapat terealisasi 100 persen sebesar Rp1,371 triliun," ujar Gunadi di Biak, Minggu. Target keseluruhan pendapatan daerah untuk tahun ini adalah Rp1,371 triliun.

Pengumuman ini disampaikan Gunadi di Biak pada hari Minggu, menyoroti kinerja keuangan daerah. Capaian ini menunjukkan progres positif dalam pengelolaan fiskal di Biak Numfor. Peningkatan serapan anggaran menjadi fokus utama bagi organisasi perangkat daerah.

Data terbaru dari BPKAD Biak Numfor menunjukkan bahwa realisasi pendapatan daerah Biak Numfor telah mencapai angka yang menggembirakan. Dengan Rp941,3 miliar yang terkumpul, pemerintah daerah berada di jalur yang tepat untuk memenuhi target. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi pendapatan yang telah diterapkan.

Di sisi lain, Gunadi juga memaparkan data terkait belanja daerah. Dari target Rp1,43 triliun, realisasi belanja hingga Oktober baru mencapai Rp820 miliar. Angka ini setara dengan 57,29 persen dari total alokasi anggaran belanja.

Untuk belanja operasi, khususnya pembayaran gaji pegawai, realisasinya lebih tinggi. Tercatat Rp361,8 miliar telah dibayarkan, mencapai 73,69 persen dari alokasi. Hal ini menunjukkan prioritas pembayaran hak-hak pegawai tetap terjaga.

Organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Biak Numfor didorong untuk meningkatkan serapan anggaran. Tujuannya adalah agar pada akhir triwulan IV, seluruh anggaran dapat terserap 100 persen. Ini penting untuk memastikan program pembangunan berjalan optimal.

Menatap tahun anggaran 2026, BPKAD Biak Numfor memproyeksikan adanya perubahan signifikan. Dana Alokasi Umum (DAU) bebas diperkirakan akan mengalami kenaikan. Angka DAU bebas akan menjadi Rp626,5 miliar, naik dari Rp481,4 miliar pada tahun 2025.

Kenaikan DAU bebas ini didasarkan pada data yang diperoleh BPKAD dari Kementerian Keuangan. Meskipun ada kenaikan DAU bebas, total dana transfer keuangan untuk Pemkab Biak Numfor pada tahun 2026 diperkirakan sebesar Rp1,181 triliun. Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp1,191,5 triliun.

Gunadi juga mengungkapkan adanya penyesuaian dalam alokasi DAU untuk sektor tertentu. Untuk DAU kesehatan, pendidikan, dan tenaga P3K, pada tahun 2026 tidak ada anggaran yang dialokasikan. Padahal, pada tahun 2025, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp28 miliar untuk ketiga sektor tersebut.

Penyesuaian ini merupakan bagian dari program efisiensi yang digencarkan oleh pemerintah pusat. Program ini bertujuan mengurangi pengeluaran dana alokasi khusus di berbagai bidang. "Harapannya meskipun terjadi efisiensi anggaran tetapi program pemerintah tetap berjalan untuk menjawab kebutuhan masyarakat," kata Gunadi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi