Kementerian Transmigrasi (Mentrans) secara aktif mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mengambil peran strategis dalam program transmigrasi. Ajakan ini bertujuan mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. Ini juga untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan seruan ini di sela acara Open House 24 jam penuh. Acara tersebut digelar di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, pada Sabtu (18/10).
Iftitah menekankan pentingnya kontribusi Gen Z dalam pembangunan ekonomi nasional melalui program transmigrasi yang telah bertransformasi. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi di berbagai daerah. Ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Advertisement
Advertisement
Kementerian Transmigrasi menyelenggarakan Open House sebagai saluran aspirasi publik, baik secara daring maupun luring, untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Acara ini dirancang untuk memperkenalkan kembali makna dan manfaat nyata program transmigrasi dalam konteks pembangunan ekonomi nasional, khususnya kepada generasi muda dan Gen Z.
Menteri Iftitah menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat agar mereka memahami manfaat program transmigrasi. "Bagaimana Gen Z dan generasi-generasi lainnya bisa ikut berkontribusi, bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional melalui program transmigrasi," ujarnya.
Pepatah “tidak kenal maka tak sayang” menjadi dasar semangat kegiatan ini, mengingat banyak Gen Z yang lahir setelah tahun 1999 belum familiar dengan sejarah dan kontribusi transmigrasi. Program ini dulunya merupakan unggulan pemerintah pada masa Orde Baru, namun kini diupayakan untuk kembali relevan.
Advertisement
Melalui Open House, kementerian berupaya menghadirkan kembali sejarah dan kisah sukses transmigrasi dengan mengundang mantan menteri, seperti Eko Putro Sandjojo. Beliau berbagi pandangan dan pengalaman dalam membangun kawasan transmigrasi, memberikan perspektif berharga bagi peserta.
Advertisement
Kegiatan Open House juga menjadi momentum penting untuk memperlihatkan transformasi program transmigrasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Visi pembangunan inklusif menjadi landasan utama dalam pengembangan program-program baru ini.
Berbagai program unggulan kini dijalankan, termasuk Transmigrasi Tuntas, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, Transmigrasi Karya Nusantara, dan Transmigrasi Gotong Royong. Semua program ini dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah dan menciptakan pemerataan pembangunan yang lebih merata.
Fokus utama dari transformasi ini adalah memastikan bahwa program transmigrasi tidak hanya sekadar relokasi penduduk, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi. Dengan demikian, kawasan transmigrasi diharapkan dapat berkembang menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Menteri Iftitah mengajak seluruh generasi muda untuk ikut berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi nasional melalui program transmigrasi. Keterlibatan Gen Z diharapkan dapat menjadi bagian integral dari transformasi menuju pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, Open House ini juga menjadi momentum refleksi menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini adalah kesempatan untuk menilai capaian, mengevaluasi kekurangan, dan merancang langkah perbaikan demi pelayanan publik yang lebih baik di masa mendatang.
Kegiatan Open House 24 jam penuh ini dilaksanakan pada Sabtu (18/10) pukul 08.00 WIB hingga Minggu (19/10) pukul 08.00 WIB di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta Selatan. Siapapun dapat hadir, baik secara luring maupun daring, untuk bertanya, memberi masukan, menyampaikan kritik, atau menawarkan ide perubahan di sektor transmigrasi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews