Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara tegas menyerukan pentingnya penguatan literasi digital di seluruh lapisan masyarakat. Ajakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan promosi pariwisata halal di wilayah Provinsi Lampung. Pernyataan tersebut disampaikan Jihan Nurlela pada Senin, 20 Oktober, di Bandarlampung.
Inisiatif ini berfokus pada penerapan empat pilar utama literasi digital sebagai strategi pengembangan. Pilar-pilar tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ekosistem pariwisata halal berbasis dakwah. Hal ini sejalan dengan identitas Lampung yang dikenal religius dan ramah.
Jihan Nurlela menekankan, "Pariwisata halal bukan hanya soal sertifikasi atau fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai Islam menjadi fondasi dalam pelaksanaan pelayanan dan menghasilkan pengalaman wisata yang baik bagi wisatawan. Ini juga bagian dari identitas Lampung yang religius dan ramah." Tujuannya adalah menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi para pengunjung.
Advertisement
Advertisement
Empat Pilar Literasi Digital sebagai Fondasi Utama
Jihan Nurlela menjelaskan bahwa penguatan literasi digital harus meliputi empat pilar esensial. Pilar-pilar tersebut adalah keterampilan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital. Penerapan keempat pilar ini sangat krusial untuk memastikan promosi wisata halal dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Keterampilan digital memungkinkan pelaku wisata memanfaatkan platform online secara efektif. Budaya digital membantu dalam menyebarkan informasi yang positif dan membangun citra baik. Sementara itu, etika digital menjamin konten yang disajikan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku.
Aspek keamanan digital juga tidak kalah penting dalam menjaga data wisatawan dan transaksi online. Dengan demikian, ekosistem promosi pariwisata halal berbasis dakwah dapat berkembang dengan solid. Ini akan memperkuat posisi Lampung sebagai destinasi wisata spiritual dan ramah muslim.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Strategi Pengembangan Wisata Halal Lampung
Dalam upaya pengembangan wisata halal di Provinsi Lampung, Jihan Nurlela mengidentifikasi tiga tantangan utama yang perlu diatasi. "Semangat kolaboratif dalam pengembangan wisata halal di Provinsi Lampung harus terus dijaga," ujarnya. Tantangan pertama adalah masih rendahnya visibilitas destinasi di ruang digital.
Tantangan kedua berkaitan dengan kualitas konten digital yang belum menyentuh aspek spiritual secara mendalam. Konten yang kurang edukatif dan bernilai dakwah seringkali gagal menarik minat wisatawan yang mencari pengalaman spiritual. Ketiga, melemahnya kemampuan literasi digital di kalangan pelaku wisata juga menjadi hambatan serius.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong pengembangan kawasan wisata yang memperhatikan tiga aspek penting. Aspek-aspek tersebut meliputi ketersediaan fasilitas ibadah yang memadai dan mudah diakses. Selain itu, transparansi informasi mengenai makanan dan minuman halal juga menjadi prioritas utama.
Advertisement
Kemudahan akses informasi digital bagi wisatawan turut menjadi fokus pengembangan. Jihan Nurlela menambahkan, "Generasi muda harus ikut aktif menciptakan konten wisata yang mengandung nilai dakwah dan edukasi. Pengembangan wisata ziarah sebagai strategi promosi yang tidak hanya memperkenalkan keindahan Lampung, tetapi juga memperkuat citra provinsi ini sebagai destinasi wisata spiritual yang dihapuskan pada budaya dan kearifan lokal pun harus dilakukan."
Advertisement
Memperluas Dampak Promosi Melalui Wisata Spiritual
Pengembangan wisata ziarah di Lampung diharapkan tidak hanya memperkenalkan keindahan alam dan budaya lokal. Strategi ini juga bertujuan untuk memperkuat citra provinsi sebagai destinasi wisata spiritual yang kaya akan kearifan lokal. Hal ini akan menambah daya tarik Lampung di mata wisatawan.
Melalui pendekatan ini, promosi pariwisata Lampung dapat menjangkau audiens yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Jihan Nurlela berharap langkah-langkah ini dapat menonjolkan nilai-nilai keberkahan dan kemandirian umat. Ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Kolaborasi antarberbagai pihak sangat ditekankan untuk menjaga semangat pengembangan wisata halal. Dengan sinergi yang kuat, Lampung dapat menjadi contoh sukses dalam memadukan pariwisata dengan nilai-nilai keagamaan. Hal ini akan menciptakan pengalaman wisata yang unik dan bermakna bagi setiap pengunjung.
Advertisement
Sumber: AntaraNews