Presiden Prabowo Subianto secara resmi menginstruksikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir untuk segera mempersiapkan skema dana pensiun bagi para atlet dan pelatih yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Terkait instruksi tersebut, Erick Thohir menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi. Saat ini pihaknya tengah menggodok formula yang tepat agar atlet dapat menikmati fasilitas tersebut.
Kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya penyalahgunaan dana pensiun, menjadi salah satu pertimbangan. Menurutnya, tak sedikit kasus korupsi terjadi terkait pengelolaan dana pensiun di Indonesia.
"Sekarang ini kita sedang cari solusinya. Karena biasanya dana pensiun, dari gaji bulanan yang ditabungkan untuk masa depan. Para atlet masuk dalam kategori informal, bisa nggak nanti bonusnya yang didapat itu bisa jadi bagian daripada angsuran masa depan. Formula ini harus kita duduk bersama, jangan nanti dana pensiun ini niatnya baik, tapi malah dikorupsi oleh manajemen yang melakukan pengelolaan dana pensiun. Banyak kasus yang terjadi, dana pensiun di Indonesia malah dikorupsi, ini yang kita jaga," ujar Erick Tohir seusai melepas Kontingen ASEAN Paragames, di Pendapi Gede, Solo, Sabtu (10/1).
"Bapak presiden meminta saya mempelajari bagaimana dana pensiun atlet, yang sedang kita godok. Ini yang yang sedang saya lakukan bersama tim saya, pak Wamen, benar-benar mentransformasi, sehingga tidak hanya sebatas persiapan namun pascapertandingan itu sendiri," sambung Erick.
Lanjut Erick, tahun ini pihaknya sedang melakukan penjajakan, seperti apa formulanya. Ia berharap 2 tahun ke depan, dengan dukungan pemerintah rencana tersebut bisa direalisasikan.
Advertisement
Selain dana pensiun, dikatakan Erick, pemerintah juga ingin membantu pendidikan literasi keuangan para atlet. Hal tersebut dimaksudkan agar para atlet bisa menabung.
"Kita akan adakan pendidikan literasi keuangan para atlet. Mana uang hari ini, mana uang masa depan. Kita sebagai pembina benar-benar memperhatikan para atlet seutuhnya. Bukan karena saat mereka berjaya saja," ungkap dia.
Erick menambahkan, pemerintah ingin mematahkan stigma buruk atlet ketika sudah tidak berjaya. Apresiasi besar diberikan untuk atlet berprestasi, namun dengan pengelolaan keuangan yang baik. Sehingga para atlet tetap bisa terus berkembang secara ekonomi ketika sudah pensiun.
"Stigma atlet miskin, dan tidak punya masa depan, harus kita dobrak. Pak presiden mengajukan bonus yang luar biasa, kita juga sedang ajukan. Ini karena kecintaan pak presiden kepada atlet, dan masa depan atlet," pungkasnya.