Survei: Indonesia potensial jadi target pasar dan basis produksi
Merdeka.com - Integrasi ekonomi menjadikan Asia Tenggara sebagai pasar menjanjikan untuk ekspansi perusahaan Asia Timur tahun ini. Indonesia menjadi daya tarik utama.
Demikian hasil survei digarap oleh Nikkei, China's Global Times, dan South Korea Mail Business Newspaper pada Desember lalu. Adapun respondennya adalah petinggi dari 104 perusahaan Jepang, 107 perusahaan China, dan 102 perusahaan Korea Selatan.
Sebanyak 51 persen responden Jepang merupakan perusahaan manufaktur. Berkebalikan dengan China, mayoritas responden merupakan perusahaan nonmanufaktur (49 persen), diikuti perusahaan jasa keuangan (34 persen).
Mirip dengan Jepang, mayoritas responden Korea Selatan merupakan perusahaan manufaktur (49 persen), dan perusahaan jasa keuangan (22 persen).
Seperti diberitakan situs berita Nikkei, kemarin, survei menunjukkan 66,3 persen responden Jepang dan 59,2 persen responden Korea Selatan menilai Asia Tenggara sebagai pasar paling potensial untuk produk dan jasa.
Sementara, 56,1 persen responden China menilai pasar paling potensial adalah negara mereka. Diikuti Asia Tenggara sebanyak 29 persen.
Lebih jauh, responden Jepang dan China sepakat menunjuk Indonesia dan Thailand sebagai negara paling potensial untuk menjadi target pasar dan basis produksi di Asia Tenggara.
Sementara, Korea Selatan menjadikan Indonesia pilihan kedua setelah Vietnam. Ini wajar, mengingat, Negeri Ginseng itu tercatat sebagai investor terbesar di Vietnam.
Sekedar ilustrasi, Negeri Paman Ho itu menjadi pusat produksi ponsel pintar Samsung. Kemudian, Lotte punya gedung pencakar langit yang berfungsi sebagai pusat bisnis sejak September 2014.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya