Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sukses Ubah Lahan Gambut Jadi Kebun Nanas, Desa Kuala Alam Jadi Desa Brilian

Sukses Ubah Lahan Gambut Jadi Kebun Nanas, Desa Kuala Alam Jadi Desa Brilian Ilustrasi nanas. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Poprotskiy Alexey

Merdeka.com - Desa Kuala Alam, Bengkalis, Riau menjadi salah satu pemenang dalam Program Desa BRILian yang diselenggarakan oleh BRI. Namun siapa sangka Desa ini awalnya hanya penghasil lahan gambut tanpa hasil dan sering terjadi kebakaran di saat musim kering.

Keberhasilan Desa Kuala Alam menjadi pemenang 10 Desa BRILian tidak lepas dari tangan dingin Romadhony Syafar, Unit Kerja BRI Cabang Bengkalis. Dari potensi SDA dan SDM yang dimiliki inilah, Dhony berani merekomendasikan Desa Kuala Alam untuk mengikuti kompetisi Desa BRIlian.

"Saya mengajukan Desa Kuala Alam karena melihat prospek mereka yang memiliki beberapa unit kerja dan jenis usaha yang baik, termasuk masyarakat yang mau maju," ujar Dhony.

Desa Kuala Alam merupakan desa pekerjaan masyarakatnya adalah mengolah hasil bumi atau bertani. Meski berkutat dengan pertanian, namun tak sedikit dari mereka yang mau maju dan berkembang, demi mencapai kondisi perekonomian yang lebih baik.

Dhony menyebut bahwa warga Desa Kuala Alam sedikit banyak sudah paham dengan digital. "Untuk masalah tentang digitalisasi, rata-rata digitalisasinya sudah mendukung, dari HPnya saja sudah mendukung. Di Kuala Alam sebenarnya nggak jauh dari kota, jadi sudah paham mereka," jelas Dhony.

Selain masalah digitalisasi, Dhony juga melihat potensi yang dimiliki Desa Kuala Alam. Menurut Dhony, BUMDes Kuala Alam sangat aktif karena memiliki empat unit usaha, yaitu perkebunan, pengolahan, perdagangan (pemasaran), dan unit simpan pinjam.

Selain hal di atas, Dhony juga melihat kelancaran arus transaksi dari nasabah simpanan dan nasabah pinjaman di desa. Jika di total, nasabah simpanan ada sekitar 130 rekening sementara nasabah pinjaman sekitar 80 orang.

Alhasil, setelah tiga bulan melalui proses seleksi dan pelatihan atau edukasi dari BRI, Desa Kuala Alam lolos menjadi salah satu dari 10 pemenang yang menyandang status Desa BRIlian.

Lahan Gambut Berubah Jadi Kebun Nanas

Kisah sukses Desa Kuala Alam tentu bukan sim salabim yang terjadi dalam satu malam. Butuh proses panjang dan kerja keras semua pihak untuk menjadikan Desa ini semakin sejahtera.

Desa Kuala Alam luas tanahnya sekitar 1000 hektare dengan lahan kosong yang berjumlah 400 hektare. Di lahan kosong inilah dulunya sering terjadi kebakaran setiap musim kemarau tiba.

Oleh karena itu, untuk mencegah peristiwa alam serupa, masyarakat Desa Kuala Alam pun mulai mencari solusi. Pada akhir Desember 2015, BUMDes Kuala Alam mulai dibentuk dan melakukan penelitian potensi alam di sekitar desa.

"Kami melihat bahan lahan tidur, lahan kosong yang dulunya lahan ini memunculkan peristiwa kebakaran. Jadi dari BUMDes melaksanakan penanaman nanas untuk mengurangi dampak di musim kering, agar kebakaran tidak terjadi lagi," ujar Zulkifli, salah satu pengurus BUMDes Kuala Alam).

Usaha penelitian dan pemilihan komoditas nanas tak berlangsung cepat. Butuh waktu sekitar empat tahun untuk mengembangkan setiap potensi atau komoditas alam apa yang tepat di lahan gambut.

"Kami dari BUMDes Kuala Alam, BUMN, dan perguruan tinggi, dan tenaga ahli bersama-sama menggali potensi dan mengkaji komoditas apa yang tepat untuk dijalankan di tanah gambut. Nanas dipilih sebagai komoditas di Desa Kuala Alam karena merupakan komoditi yang kuat meski di tanam di tanah gambut dan risiko (kegagalan) pun kecil," jelas Zulkifli lagi.

Zulkifli juga menjelaskan, BUMDes Kuala Alam memiliki empat unit usaha yang melibatkan sekitar 200 warga desa. Keempat unit usaha itu adalah perkebunan, pengolahan, perdagangan (pemasaran), dan unit simpan pinjam.

Dari unit usaha perkebunan dengan komoditas nanas, BUMDes mengarahkan agar dibuat produk turunannya, seperti keripik, sirup, dodol, selai, dan kerajinan tangan. Kemudian hasil produk yang diolah oleh sekitar 25 UMKM itu dipasarkan.

Sejak Desa Kuala Alam menjadi pemenang dalam Program Desa BRILian, Zulkifli mengaku bahwa BUMDesnya mulai dikenal luas. Tak sedikit warga dari kecamatan di Bengkalis bahkan daerah lain pun berdatangan. Bukan hanya untuk sharing atau diskusi, tapi konsumen yang tertarik dengan produk turunan komoditas pun ikut melirik. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP