Stok BBM dan LPG Nasional Aman untuk Nataru 2025/2026, Menteri ESDM Pastikan Ketersediaan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional berada di atas standar minimum, menjamin ketersediaan energi untuk periode Nataru 2025/2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Stok BBM dan LPG Nasional Aman untuk Nataru 2025/2026, Menteri ESDM Pastikan Ketersediaan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional berada di atas standar minimum, menjamin ketersediaan energi untuk periode Nataru 2025/2026. (AntaraNews)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional berada di atas standar minimum. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers di Integrated Terminal Jakarta pada Minggu, 28 Desember 2025.

Jaminan ketersediaan energi ini diberikan untuk menghadapi momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode libur panjang tersebut.

Pernyataan ini berdasarkan pemaparan langsung dari Direksi Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Bahlil menegaskan tidak perlu ada keraguan terkait pasokan energi.

Menteri Bahlil merinci bahwa stok BBM nasional secara keseluruhan berada di atas standar minimum yang biasanya berkisar 7-8 hari. Rata-rata ketersediaan stok BBM saat ini mencapai sekitar 20 hari.

Angka ini mendekati standar cadangan maksimal 21 hari, menunjukkan kesiapan pasokan yang optimal. Ketersediaan ini mencakup berbagai jenis produk BBM yang dibutuhkan masyarakat.

Secara spesifik, produk Pertalite (RON 90) memiliki cadangan 19 hari, sesuai dengan kebutuhan nasional. Sementara itu, Pertamax (RON 92) tersedia untuk lebih dari 23 hari.

Untuk Pertamax Green (RON 95), stoknya bahkan lebih dari 31 hari, menjamin pasokan yang melimpah. Solar CN48 (subsidi) tersedia untuk 15 hari, dan Solar CN53 (non-subsidi) memiliki cadangan di atas 25 hari.

Ketersediaan Avtur, yang penting untuk transportasi udara, juga terjamin dengan stok mencapai 29 hari. Data ini menunjukkan perencanaan matang dalam pengelolaan stok BBM.

Selain memastikan stok BBM, Menteri Bahlil juga menegaskan bahwa ketersediaan LPG nasional jauh di atas standar minimum. Ini memberikan ketenangan bagi masyarakat pengguna LPG.

Ketersediaan LPG yang memadai menjadi fokus utama pemerintah, mengingat perannya yang vital dalam kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemerintah terus memantau distribusi LPG.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pertamina dan seluruh pihak terkait di sektor ESDM. Mereka dinilai telah bekerja keras memastikan ketersediaan dan cadangan energi.

Kerja sama yang solid antara Pertamina, BPH Migas, dan kementerian terkait menjadi kunci keberhasilan menjaga stabilitas pasokan energi. Upaya ini sangat krusial menjelang periode Nataru.

Menteri Bahlil menggarisbawahi bahwa ketersediaan BBM dan LPG merupakan dua dari empat poin penting yang menjadi perhatian utama sektor ESDM selama periode Nataru ini. Fokus ini menunjukkan komitmen pemerintah.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus berupaya menjaga stabilitas pasokan energi. Hal ini demi mendukung kelancaran mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Koordinasi intensif antarlembaga terus dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan energi. Langkah-langkah mitigasi juga disiapkan untuk menghadapi potensi kendala distribusi.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman. Ketersediaan energi yang terjamin menjadi prioritas utama pemerintah.

  • Stok BBM nasional rata-rata: sekitar 20 hari (standar minimum 7-8 hari, maksimal 21 hari).
  • Stok Pertalite (RON 90): 19 hari.
  • Stok Pertamax (RON 92): lebih dari 23 hari.
  • Stok Pertamax Green (RON 95): lebih dari 31 hari.
  • Stok Solar CN48 (subsidi): 15 hari.
  • Stok Solar CN53 (non-subsidi): lebih dari 25 hari.
  • Stok Avtur: 29 hari.
  • Stok LPG: di atas standar minimum nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi