Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, menerima kunjungan silaturahmi Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, di Mamuju pada Sabtu. Pertemuan ini bertujuan membahas sinergi ekonomi antarwilayah, khususnya dalam sektor pangan dan distribusi. Kedua pemimpin daerah sepakat untuk menjalin kerja sama yang lebih terstruktur demi kemajuan bersama.
Diskusi tersebut menyoroti potensi besar Sulawesi Barat sebagai lumbung pangan dengan surplus beras signifikan. Di sisi lain, Kalimantan Timur menghadapi defisit kebutuhan beras yang cukup besar. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan antara kedua provinsi.
Inisiatif kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pertukaran komoditas, tetapi juga pada peningkatan efisiensi logistik. Salah satu opsi yang dibahas adalah pengadaan kapal cepat, yang diharapkan dapat memangkas waktu tempuh distribusi secara drastis, mendukung penguatan sinergi ekonomi Sulbar Kaltim.
Advertisement
Advertisement
Sulawesi Barat menunjukkan keunggulan signifikan dalam sektor pangan, terutama produksi beras. Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan bahwa provinsi ini memiliki surplus beras sekitar 75.000 ton setiap tahun. Jumlah ini dinilai sangat potensial untuk menopang kebutuhan pangan daerah lain, termasuk Kalimantan Timur yang masih mengalami defisit.
Selama ini, distribusi beras dari Sulbar ke Kaltim telah berjalan, namun masih melalui jalur perdagangan antarpedagang yang kurang terstruktur. Suhardi Duka mendorong adanya kerja sama yang lebih formal, baik melalui skema Government to Government (G to G) maupun melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan proses distribusi lebih efisien dan efektif.
Selain beras, Sulbar juga tengah mengembangkan sektor peternakan. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, provinsi ini memproyeksikan akan mengalami surplus pada komoditas kambing. Potensi ini menambah daftar panjang produk pangan yang dapat disinergikan dengan kebutuhan Kalimantan Timur, memperkuat sinergi ekonomi Sulbar Kaltim.
Advertisement
Suhardi Duka menegaskan bahwa kerja sama ini diarahkan untuk saling melengkapi kebutuhan kedua daerah. Filosofi "saling bermanfaat" menjadi landasan utama, tanpa perlu memperhitungkan defisit atau surplus secara kaku, melainkan fokus pada keuntungan bersama dari sinergi ekonomi Sulbar Kaltim.
Advertisement
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, mengonfirmasi bahwa daerahnya masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan beras. Kaltim mengalami defisit beras sekitar 55 persen dari total kebutuhannya. Kondisi ini menjadikan surplus beras dari Sulbar sebagai solusi strategis yang sangat dibutuhkan untuk ketahanan pangan regional.
Kedekatan geografis antara Sulbar dan Kaltim, yang hanya dipisahkan oleh selat, menjadi peluang besar untuk mempercepat proses distribusi. Rudy Mas'ud menekankan bahwa jarak yang relatif dekat ini dapat dioptimalkan melalui infrastruktur transportasi yang memadai. Hal ini menjadi kunci dalam mewujudkan sinergi ekonomi Sulbar Kaltim yang efektif.
Untuk mendukung efisiensi distribusi, salah satu opsi penting yang dibahas adalah penyediaan kapal cepat. Kapal ini diharapkan memiliki kecepatan sekitar 25 hingga 30 knot, sehingga waktu tempuh pelayaran antara Kaltim dan Sulbar dapat dipersingkat menjadi hanya empat atau lima jam. Ini akan sangat mempermudah mobilisasi orang, barang, dan jasa.
Advertisement
Pengadaan kapal cepat ini juga mencakup pembahasan mengenai subsidi bersama antara pemerintah Kaltim dan Sulbar. Skema subsidi ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk berinvestasi dalam infrastruktur yang mendukung sinergi ekonomi, memastikan kelancaran arus barang dan jasa antarprovinsi.
Sumber: AntaraNews