Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siap-Siap, Turis Asing Berlibur ke Thailand Harus Bayar Rp128.500

Siap-Siap, Turis Asing Berlibur ke Thailand Harus Bayar Rp128.500 Thailand. ©2013 Merdeka.com/www.greentrail-indochina.com

Merdeka.com - Thailand berencana mewajibkan turis asing membayar tarif sebesar 300 baht atau sekitar Rp128.500 mulai April. Dana yang dikumpulkan akan digunakan untuk mengembangkan tempat wisata, serta memberikan asuransi kecelakaan bagi warga negara asing yang tidak mampu membayar sendiri biaya perawatan.

"Sebagian dari pembayaran tarif itu akan digunakan untuk merawat para turis," kata kepala Badan Pariwisata Thailand, Yuthasak Supasorn ditulis Antara mengutip Reuters, Rabu (12/1).

"Kami berkali-kali mengalami kejadian bahwa asuransi tidak mencakup para turis, yang kemudian menjadi beban kami untuk mengurus mereka," kata Supasorn.

Tarif baru itu akan ditagihkan pada saat pembelian tiket pesawat, dan merupakan rencana berkelanjutan pemerintah pada bidang pariwisata, kata juru bicara pemerintah, Thanakorn Wangboonkongchana.

Thailand berharap bisa mendatangkan lima hingga 15 juta wisatawan asing tahun ini. Tapi, harapan itu akan tergantung pada kebijakan yang diberlakukan di daerah-daerah tujuan wisata utama. Menurut jubir, Thailand diperkirakan akan mendapat pemasukan 800 miliar baht (sekitar Rp342,7 triliun) tahun ini.

Syarat Berlibur ke Thailand

Tarif baru tersebut menambah daftar persyaratan yang ditetapkan terhadap para wisatawan asing yang akan memasuki Thailand.

Daftar itu meliputi pembayaran dimuka untuk tes Covid-19, biaya akomodasi hotel atau karantina, serta kewajiban untuk memiliki asuransi perawatan Covid-19 senilai sedikitnya USD 50.000 (sekitar Rp715 juta).

Berbagai upaya yang baru-baru ini ditempuh pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata terhadang oleh kemunculan varian Covid-19 Omicron, yang menyebar pesat secara global.

Thailand, salah satu negara tujuan wisata paling populer di Asia, mengalami pukulan keras pada sektor pariwisata akibat pandemi.

Tahun lalu, hanya 200.000 wisatawan yang datang. Jumlah itu sangat jauh berbeda dibandingkan pada 2019, ketika negara itu menerima kunjungan hampir 40 juta orang.

Thailand pada November tahun lalu menghapus kewajiban ketat karantina dan sebagai gantinya menerapkan skema "Test & Go" bagi para warga asing yang sudah divaksin Covid-19. Namun, kebijakan tersebut kemudian ditangguhkan pada akhir Desember karena kekhawatiran soal penularan varian Omicron.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP