RKAB Satu Tahun: Strategi DPR RI Kendalikan Harga Minerba dan Jaga Stabilitas Pasar

Anggota DPR RI menilai kebijakan RKAB Satu Tahun krusial untuk mengendalikan produksi, menstabilkan harga minerba, serta menjamin penerimaan negara di tengah tekanan pasar komoditas global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
RKAB Satu Tahun: Strategi DPR RI Kendalikan Harga Minerba dan Jaga Stabilitas Pasar
Anggota DPR RI Yulisman menekankan kebijakan RKAB Satu Tahun sebagai strategi vital untuk mengendalikan produksi dan menjaga stabilitas harga minerba di tengah gejolak pasar global, sekaligus memastikan keberlanjutan penerimaan negara. Simak ulasan lengka (AntaraNews)

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman, menyoroti pentingnya kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Satu Tahun sebagai langkah strategis dalam tata kelola sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba). Kebijakan ini bertujuan mengendalikan produksi, menjaga stabilitas harga, serta memastikan keberlanjutan penerimaan negara.

Menurut Yulisman, RKAB Satu Tahun juga berperan krusial dalam memberikan kepastian usaha di tengah fluktuasi pasar komoditas yang signifikan. Kebijakan ini menjadi relevan mengingat tekanan pasar yang dialami beberapa periode terakhir, terutama pada komoditas batubara dan nikel.

Pemerintah memerlukan instrumen efektif untuk memastikan produksi tidak berlebihan saat harga komoditas cenderung menurun. Oleh karena itu, RKAB Satu Tahun diharapkan mampu menjadi alat kendali pasokan yang lebih terukur demi mencegah anjloknya harga mineral dan batubara lebih dalam.

Pasar komoditas global menunjukkan kerentanan terhadap kondisi kelebihan pasokan (oversupply) dan pelemahan permintaan (demand) yang berdampak langsung pada harga. Hal ini terlihat jelas pada sektor batubara, di mana harga internasional mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode puncaknya beberapa tahun lalu.

Data menunjukkan harga batubara acuan jenis GAR 4.200 kcal sempat menyentuh level 39,40 dolar AS per ton pada Juni 2025, jauh di bawah puncaknya 154,21 dolar AS per ton pada Oktober 2021. Pada 24 Desember 2025, harga berada di 44,99 dolar AS per ton, mengindikasikan pasar yang rentan.

Kecenderungan penurunan harga juga melanda mineral strategis seperti nikel. Pada awal 2026, harga nikel global berada di kisaran 17.791 dolar AS per ton, setelah sempat bergerak di kisaran 15 ribu dolar AS per ton pada awal 2025 dan berfluktuasi akibat isu oversupply. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar nikel juga menghadapi tekanan struktural dari sisi pasokan. Oleh karena itu, instrumen kebijakan seperti RKAB Satu Tahun menjadi vital untuk menjaga keseimbangan pasar dan stabilitas harga.

Kebijakan RKAB Satu Tahun memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyusun skenario pasokan yang lebih presisi dan adaptif. Hal ini memungkinkan penyesuaian produksi terhadap kebutuhan domestik, termasuk untuk industri dan kelistrikan, serta kebutuhan hilirisasi.

Selain itu, RKAB Satu Tahun juga mempertimbangkan dinamika ekspor, sehingga produksi dapat diselaraskan dengan kondisi pasar internasional. Dengan pola ini, negara akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk menjaga keseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Tujuan utamanya adalah menciptakan pembentukan harga yang lebih sehat dan berkelanjutan di sektor pertambangan. Yulisman menekankan bahwa pendekatan ini akan menutup celah praktik produksi berlebihan yang tidak sejalan dengan kapasitas pengolahan, kemampuan logistik, maupun kebutuhan pasar.

Dari sisi tata kelola, RKAB Satu Tahun juga memperkuat proses monitoring dan evaluasi berbasis realisasi. Ini mencakup kepatuhan terhadap volume produksi, pengendalian risiko lingkungan, hingga aspek keselamatan kerja di seluruh rantai operasional pertambangan.

Disiplin produksi yang sesuai kebutuhan akan berkontribusi pada harga yang lebih stabil, penerimaan negara yang lebih terjaga, dan kepastian pasokan bagi industri hilir. Ini menciptakan ekosistem pertambangan yang lebih bertanggung jawab dan efisien.

Yulisman terus mendorong agar kebijakan RKAB Satu Tahun diimplementasikan secara konsisten. Konsistensi ini harus didukung oleh prinsip transparansi, kepastian regulasi, dan penguatan pengawasan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, sektor mineral dan batubara dapat memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam Indonesia untuk generasi mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi