Perusahaan teknologi finansial OttoDigital terus mendorong perluasan adopsi Quick Response Code Indonesian Standard(QRIS) bagi para pelaku usaha. Melalui layanan OttoPay, perusahaan menawarkan proses pendaftaran yang ringkas serta pendampingan operasional secara berkala.
Chief Revenue Officer OttoDigital Grace Sunarjo menyampaikan bahwa pesatnya tren pembayaran digital membuat para pelaku bisnis tidak sekadar mencari tarif layanan yang kompetitif. Lebih dari itu, mereka memerlukan kemudahan pendaftaran dan dukungan teknis saat menghadapi kendala di lapangan.
"Komitmen memberikan layanan terbaik ini kami hadirkan sejak tahap awal melalui proses pendaftaran yang praktis hingga pendampingan aftersales," kata Grace dikutip dari Antara, Senin (28/9).
Dari sisi efisiensi, proses aktivasi QRIS di OttoPay ditargetkan rampung hanya dalam tiga hari kerja setelah seluruh dokumen pelaku usaha terverifikasi.
Begitu sistem pembayaran aktif, OttoDigital menyiagakan Dedicated Relationship Manager (RM) untuk mendampingi para mitra. Tim khusus ini bertugas menangani kendala teknis dan operasional, sekaligus membantu pelaku usaha memaksimalkan fitur pembayaran sesuai skala bisnis mereka.
"Berdasarkan pengalaman memahami dinamika pasar dan mendampingi berbagai skala bisnis, kami melihat bahwa pelaku usaha membutuhkan mitra payment gateway yang juga mudah diakses dan diajak berkoordinasi, khususnya dalam penanganan kendala operasional," ujar Grace.
Advertisement
Angka Pengguna QRIS
Peningkatan fasilitas layanan ini sejalan dengan melesatnya penggunaan QRIS di Tanah Air. Bank Indonesia (BI) mencatat angka pengguna QRIS telah menembus 65,77 juta hingga Juni 2026. Di saat yang sama, jumlah pedagang (merchant) yang mengadopsi QRIS mencapai 44,86 juta—di mana 96,68 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sepanjang semester I-2026, volume transaksi QRIS melonjak hingga 12,55 miliar transaksi dengan nilai akumulasi mencapai Rp1,12 kuadriliun, atau tumbuh 93,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada rentang Januari hingga Juni 2026 saja, tercatat ada penambahan 6,23 juta pengguna baru.
BI menegaskan bahwa ekspansi QRIS tidak sekadar menyederhanakan proses transaksi, melainkan menjadi jembatan bagi UMKM untuk terhubung ke ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Langkah digitalisasi ini dinilai ampuh mendongkrak produktivitas, memperluas jangkauan pasar, hingga membuka akses pembiayaan yang lebih luas.
Sebagai informasi, QRIS merupakan standar kode QR pembayaran resmi yang ditetapkan BI untuk memfasilitasi seluruh transaksi digital di Indonesia. BI merancang QRIS sebagai pintu masuk utama bagi UMKM dalam memperluas inklusi keuangan nasional.
Ke depan, OttoDigital berkomitmen untuk terus berinovasi guna mendukung efisiensi operasional para pelaku bisnis sekaligus memperluas jangkauan transaksi digital di Indonesia.