Mengenal Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia dari Italia

Untuk pertama kalinya, Indonesia punya kapal induk. Giuseppe Garibaldi, kapal perang hibah dari Italia, kini tiba di Tanjung Priok dengan kemampuan membawa pesawat tempur dan helikopter.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Mengenal Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia dari Italia
Kapal induk Giuseppe Garibaldi, dari Italia. Kapal tersebut akan menjadi kapal induk pertama Indonesia, yang didapatkan melalui hibah. (Foto: AFP/MARCELLO PATERNOSTRO)

Indonesia kini resmi memiliki kapal induk untuk pertama kalinya. Kapal perang asal Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, telah tiba dan bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).

Kapal tersebut berlayar dari Italia sejak 24 Agustus 2026 dan memasuki wilayah perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di perairan Bangka. Dalam perjalanan menuju Jakarta, Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Kehadiran Giuseppe Garibaldi menjadi momen baru bagi TNI AL karena untuk pertama kalinya Indonesia mengoperasikan kapal yang dapat berfungsi sebagai pangkalan udara bergerak di laut.

Mari cari tahu seperti apa kapal induk yang didapatkan Indonesia dari Italia ini?

Apa itu Giuseppe Garibaldi?

Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Kapal tersebut akan mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), terutama dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan. (Istimewa)

Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia yang dibangun oleh galangan Fincantieri. Kapal ini mulai masuk dinas pada 1985 dan sebelumnya digunakan untuk mendukung berbagai operasi Angkatan Laut Italia.

Nama Giuseppe Garibaldi sendiri diambil dari Giuseppe Garibaldi, tokoh militer dan politik Italia yang dikenal sebagai salah satu figur penting dalam proses penyatuan Italia.

Dalam operasionalnya, kapal ini dirancang untuk membawa pesawat dan helikopter sekaligus menjalankan berbagai misi di laut.

Angkatan Laut Italia mencatat kapal tersebut mampu membawa hingga 14 pesawat, termasuk pesawat dengan kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal atau Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL).

Seberapa Besar Kapal Ini?

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter dengan lebar 33 meter. Kapal ini memiliki bobot penuh sekitar 13.850 ton.

Dengan ukurannya tersebut, kapal ini tidak hanya menyediakan ruang untuk membawa pesawat dan helikopter, tetapi juga memiliki berbagai fasilitas pendukung operasi udara di tengah laut.

Kapal ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Pada kecepatan jelajah 20 knot, Giuseppe Garibaldi dapat menempuh jarak hingga sekitar 7.000 mil laut.

Pesawat Apa yang Bisa Dibawa?

Salah satu ciri utama Giuseppe Garibaldi adalah keberadaan ski jump, yakni landasan di bagian depan dek yang dibuat menanjak.

Desain tersebut membantu pesawat STOVL melakukan lepas landas dari landasan yang relatif pendek. Saat masih digunakan Angkatan Laut Italia, kapal ini dapat mengoperasikan pesawat AV-8B Harrier II yang memiliki kemampuan lepas landas pendek dan mendarat secara vertikal.

Selain pesawat tempur, Giuseppe Garibaldi juga dapat digunakan untuk membawa berbagai jenis helikopter sesuai kebutuhan misi.

Dengan kemampuan tersebut, kapal ini pada dasarnya dapat menjadi pangkalan udara yang bergerak mengikuti armada kapal perang di laut.

Apa Aja Persenjataannya?

Selain menjadi kapal pembawa pesawat dan helikopter, Giuseppe Garibaldi juga memiliki sistem persenjataan untuk melindungi dirinya dari berbagai ancaman.

Kapal ini dilengkapi sistem pertahanan udara, meriam pertahanan jarak dekat atau Close-In Weapon System (CIWS) DARDO, peluncur torpedo, serta sejumlah perangkat peperangan elektronik dan radar jamming.

TNI AL juga menyebut kapal tersebut memiliki peluncur rudal antipesawat serta sistem persenjataan lain, termasuk tabung torpedo 324 milimeter dan rudal antikapal.

Artinya, Giuseppe Garibaldi tidak hanya berfungsi sebagai tempat membawa pesawat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri ketika beroperasi di laut.

Dari Mana Indonesia Mendapatkannya?

Giuseppe Garibaldi diperoleh Indonesia melalui skema hibah dari Pemerintah Italia.

Komisi I DPR RI menyetujui penerimaan hibah kapal tersebut pada Juli 2026. Nilai hibah yang tercantum dalam persetujuan DPR mencapai 54.022.426,67 euro. Persetujuan kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR dan disetujui.

Meski berstatus hibah, penerimaan kapal ini bukan berarti Indonesia tidak mengeluarkan anggaran. Pemerintah tetap perlu menyiapkan biaya untuk melakukan retrofit atau penyesuaian kapal agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AL.

Berapa Usia Kapal Giuseppe Garibaldi?

Kapal ini sudah berusia lebih dari 40 tahun dan sebelumnya telah digunakan oleh Angkatan Laut Italia.

Sebelum diserahkan kepada Indonesia, Giuseppe Garibaldi menjalani proses modernisasi dan penyesuaian kemampuan. Kapal tersebut juga memiliki pengalaman dalam sejumlah operasi internasional, termasuk di Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.

Karena itu, statusnya sebagai kapal induk pertama Indonesia bukan berarti kapal tersebut merupakan kapal baru dari galangan.

Kenapa kehadirannya penting bagi TNI AL?

Selama ini TNI AL belum memiliki kapal induk yang dapat membawa pesawat tempur sekaligus helikopter dalam satu platform.

Kehadiran Giuseppe Garibaldi memberikan kemampuan baru berupa pangkalan udara yang dapat bergerak di laut. Kapal semacam ini memungkinkan operasi penerbangan dilakukan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pangkalan udara di daratan.

Kementerian Pertahanan juga menyebut kehadiran kapal ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional, termasuk melalui transfer teknologi dari Italia.

Dengan tibanya Giuseppe Garibaldi di Tanjung Priok, Indonesia pun memasuki babak baru dalam pengoperasian kapal induk untuk kebutuhan pertahanan maritim.

Rekomendasi