Skema BBM Subsidi Dirombak, Begini Cara Pemerintah Menetapkan Desil

Pemerintah bahas penataan BBM subsidi lewat pembatasan bagi desil 9–10. Desil bukan sekadar gaji; ini cara penetapannya menurut data resmi.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Skema BBM Subsidi Dirombak, Begini Cara Pemerintah Menetapkan Desil
Kondisi ini turut mendorong penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) secara global, termasuk Indonesia, secara bertahap. Tampak dalam foto, para pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dioperasikan oleh Pertamina, perusahaan minyak dan gas milik negara Indonesia, di Yogyakarta, pada Sabtu 28 Maret 2026. (DEVI RAHMAN/AFP)

Pemerintah tengah membahas penataan ulang penyaluran BBM subsidi seperti Pertalite agar lebih tepat sasaran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggulirkan wacana pembatasan bagi kelompok desil 9 dan desil 10 untuk tidak mengonsumsi BBM bersubsidi.

Kebijakan ini menempatkan istilah desil kembali ke ruang publik. Desil adalah pengelompokan keluarga ke dalam 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan pada pemeringkatan nasional; desil 1 merupakan kelompok dengan kesejahteraan terendah, sedangkan desil 10 tertinggi.

Penentuan posisi desil tidak ditetapkan semata dari besarnya gaji. Dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026), data Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) memotret beragam variabel sosial ekonomi keluarga. Data desil saat ini menjadi bagian dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digunakan pemerintah sebagai salah satu basis penentuan sasaran program perlindungan sosial.

Bagaimana Desil Dihitung Pemerintah

Besarnya penghasilan seseorang tidak secara otomatis menentukan suatu keluarga berada di desil 1, 5, 9, atau 10. Pemeringkatan dilakukan pada tingkat keluarga dan menimbang kondisi kesejahteraan secara keseluruhan.

Pemerintah mengandalkan beragam variabel sosial dan ekonomi yang tercatat dalam sistem data, termasuk melalui Cek Bansos Kemensos, untuk memotret kondisi riil rumah tangga. Informasi ini kemudian digunakan dalam pemeringkatan desil pada tingkat nasional.

Pendekatan tersebut membuat desil mencerminkan gambaran yang lebih menyeluruh ketimbang sekadar angka pendapatan bulanan.

Contoh Faktor Penentu Posisi Desil

Sejumlah variabel dicatat untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga. Berikut faktor yang diperhitungkan dalam data pemerintah:

  • Pekerjaan

    Kondisi pekerjaan menjadi salah satu variabel sosial ekonomi yang tercatat.

  • Pendidikan

    Tingkat pendidikan termasuk dalam informasi yang digunakan dalam data.

  • Kondisi Tempat Tinggal

    Keadaan perumahan menjadi bagian dari gambaran kesejahteraan keluarga.

  • Daya Listrik

    Daya listrik menjadi salah satu variabel yang tercakup dalam data.

  • Kepemilikan Aset

    Aset yang dimiliki keluarga turut menjadi bagian dari data sosial ekonomi.

Dengan mempertimbangkan berbagai variabel tersebut, posisi desil menggambarkan pemeringkatan kesejahteraan keluarga dalam data pemerintah.

Desil dalam Penentuan Bansos

Data desil digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar untuk menentukan sasaran bantuan sosial.

Desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako, sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.

Adapun posisi desil tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bansos. Setiap program memiliki kriteria serta mekanisme penetapan penerima masing-masing.

Di sisi lain, desil 9 dan 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan tinggi. Desil 10 merepresentasikan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam pemeringkatan.

Posisi Desil Bisa Berubah Seiring Pembaruan Data

Posisi desil keluarga tidak bersifat permanen karena kondisi sosial ekonomi dapat berubah dari waktu ke waktu.

Perubahan pada pekerjaan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, kepemilikan aset, pendidikan, atau faktor sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi data yang digunakan untuk pemeringkatan.

Masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat melakukan pembaruan melalui mekanisme yang disediakan pemerintah sesuai ketentuan.

Dua keluarga dengan penghasilan serupa pun belum tentu berada pada desil yang sama karena variabel sosial ekonomi yang dinilai lebih luas.

Data yang telah diperbarui kemudian dapat dihitung kembali untuk menghasilkan pemeringkatan yang lebih sesuai dengan kondisi terbaru.

Rekomendasi