Rela Tidur 5 Jam dan Jalani 5 Pekerjaan: Perjuangan Eeman Demi Kuliah Kedokteran

Pekerjaan utamanya saat ini adalah sebagai koordinator klinis di Buffalo.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Rela Tidur 5 Jam dan Jalani 5 Pekerjaan: Perjuangan Eeman Demi Kuliah Kedokteran
Ilustrasi Dokter (Istimewa)

Demi mewujudkan impian menjadi seorang dokter, Eeman Farooqui rela menjalani satu pekerjaan utama dan empat pekerjaan sampingan secara bersamaan. Rutinitas yang sangat padat tersebut membuatnya hanya memiliki waktu tidur rata-rata lima jam sehari.

Awalnya, lulusan pra-kedokteran spesialisasi ilmu saraf dan psikologi ini berencana meniti karier sebagai peneliti. Namun, pandangan hidupnya berubah drastis setelah sang nenek meninggal dunia akibat serangan strok saat berkunjung dari Pakistan. Peristiwa tersebut memukul batin Eeman karena ia tidak mampu memberikan pertolongan medis secara langsung.

"Andai saja aku seorang dokter, mungkin aku bisa paham lebih baik atau bisa menolongnya," ungkap Eeman dilansir dari laman Business Insider.

Sejak saat itu, Eeman memutuskan beralih dari dunia penelitian menuju perawatan pasien secara langsung. Ia pun mulai mengumpulkan dana untuk membiayai pendidikan di sekolah kedokteran.

Pekerjaan utamanya saat ini adalah sebagai koordinator klinis di Buffalo, dengan tugas memeriksa tanda-tanda vital pasien serta mengoordinasikan komunikasi antara dokter dan pasien.

Meski berpenghasilan cukup besar, pendapatan tersebut belum memadai untuk menutup biaya pendaftaran, uang kuliah, hingga biaya relokasi jika diterima di luar kota. Saat ini, Eeman telah mendaftar ke beberapa universitas di New York, New Jersey, dan Pennsylvania.

4 Pekerjaan Sampingan

Demi menutup kekurangan dana tersebut, Eeman mengambil empat pekerjaan sampingan yang beragam:

  1. Pengasuh Anak: Bertugas tiga hari seminggu (dua di antaranya anak autisme) dengan upah USD 28 per jam.
  2. Tutor Akademik: Mengajar mahasiswa S2 untuk mata kuliah biologi, biokimia, dan genetika selama 10 jam seminggu dengan upah USD 22 per jam.
  3. Asisten Medis: Bekerja pada hari-hari kosong dengan upah USD 25 per jam.
  4. Pengantar Makanan: Jalani profesi ini bersama suaminya selama 4 jam setiap Jumat hingga Minggu dengan upah USD 35 per jam. Bagi Eeman, momen mengantar makanan bersama suami menjadi hiburan tersendiri di tengah padatnya aktivitas.

Perketat Jadwal

Tak berhenti di situ, Eeman baru-baru ini memperketat jadwalnya dengan mengikuti kelas prasyarat kedokteran sebanyak dua kali seminggu seusai jam kerja utama.

Dampak dari rutinitas yang sangat padat ini sangat terasa. Eeman mengaku jarang bertemu orang tuanya meski tinggal berdekatan, serta hampir tidak pernah lagi berkumpul bersama teman-temannya.

Kendati demikian, ia memetik pelajaran berharga mengenai kedisiplinan diri dan pengelolaan waktu. Eeman menyadari bahwa gaya hidup ekstrem ini bersifat sementara dan akan berakhir saat ia resmi menempuh pendidikan kedokteran, di mana ia berencana mengambil spesialisasi kesehatan perempuan.

Reporter Magang: Hanan Mahira Amani

Rekomendasi