Sempat Terjerat Rentenir, Ibu Rumah Tangga Ini Bangkit Bikin Gitar Hingga Anaknya Tembus Beasiswa

Dari modal Rp2 juta, ia pelan-pelan menata kembali sisa-sisa harapannya.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Sempat Terjerat Rentenir, Ibu Rumah Tangga Ini Bangkit Bikin Gitar Hingga Anaknya Tembus Beasiswa
Ilustrasi. Foto: bang2write

Badai finansial sempat menghantam Rini Sudarwanti pada tahun 2021. Usaha kuliner yang dirintisnya sejak 2019 terpuruk hebat hingga memaksa ibu rumah tangga asal Solo, Jawa Tengah ini terjerat cengkeraman utang rentenir.

Di titik terendah tersebut, Rini tidak memilih menyerah. Melalui program pendampingan dan pembiayaan bertahap dari PNM Mekaar. yang diawali dari modal Rp2 juta, ia pelan-pelan menata kembali sisa-sisa harapannya.

Bukan sekadar bangkit, Rini justru melakukan lompatan besar. Ia memberanikan diri melebarkan sayap ke bisnis kerajinan gitar buatan tangan (handmade), sekaligus dipercaya menjadi AgenBRILink Mekaar untuk melayani transaksi keuangan masyarakat sekitar.

Kegigihannya berbuah manis. Plafon pembiayaan usahanya kini dipercaya naik hingga Rp8 juta. Rini juga aktif mengikuti pelatihan, pameran UMKM, hingga berhasil menembus 50 Besar Program Mekaarpreneur 2026.

Puncaknya di tahun 2026, perjuangan pantang menyerah Rini berimbas langsung pada masa depan buah hatinya: sang anak yang duduk di bangku SMA berhasil meraih Beasiswa Pendidikan PNM.

Pentingnya Pendampingan Berkelanjutan untuk Usaha Ultra Mikro

Ibu Rumah Tangga Ini Bangkit Bikin Gitar Hingga Anaknya Tembus Beasiswa
Ibu Rumah Tangga Ini Bangkit Bikin Gitar Hingga Anaknya Tembus Beasiswa

Kisah sukses Rini jadi bukti keberhasilan usaha ultra mikro tidak hanya bergantung pada suntikan modal semata, melainkan juga pendampingan dan peningkatkan kapasitas secara konsisten.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa pembiayaan hanyalah pintu masuk awal untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga pra-sejahtera.

"Pembiayaan adalah pintu masuk. Yang ingin kami bangun adalah kemampuan nasabah untuk terus bertumbuh, memperkuat pendapatan keluarga, dan pada akhirnya menciptakan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak mereka," ujar Kindaris dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (13/9).

Melalui Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), modal usaha dipadukan dengan berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan usaha, perluasan jaringan, pameran UMKM, hingga inkubasi bisnis melalui Mekaarpreneur 2026.

Kindaris menilai, indikator keberhasilan pemberdayaan bukanlah seberapa besar pinjaman yang disalurkan, melainkan kemampuan pelaku usaha menjaga pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangganya.

"Tujuannya bukan sekadar memperbesar pembiayaan, tetapi membuat kapasitas usaha dan kemampuan ekonomi keluarga ikut meningkat. Ketika usahanya semakin kuat, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh keluarga," pungkas Kindaris.

Rekomendasi