Perwakilan negara donor dan negara peminjam dalam International Development Association (IDA) menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai Independent Co-Chair untuk proses pengisian dana (replenishment) IDA22.
Mengutip laman resmi Bank Dunia (worldbank.org), Kamis (6/8/2026), dalam peran tersebut Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan dari negara-negara donor maupun penerima manfaat agar target penggalangan dana IDA22 tercapai.
Ia akan memimpin proses pengisian dana itu bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Bank Dunia. Penunjukan dilakukan melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Advertisement
Tugas Co-Chair IDA22 dan Proses Penunjukan
Sebagai Independent Co-Chair, Sri Mulyani bertugas mengarahkan diskusi kebijakan serta mendorong komitmen pendanaan dari para donor dan negara penerima manfaat agar sasaran replenishment IDA22 dapat dipenuhi.
Penggalangan komitmen dilakukan melalui rangkaian pertemuan resmi IDA yang menyatukan negara donor, negara peminjam, serta manajemen Bank Dunia (World Bank Group/WBG) untuk menyepakati fokus pembiayaan dan kerangka kebijakan.
Dalam menjalankan peran tersebut, ia berpasangan dengan Paschal Donohoe selaku pejabat senior Bank Dunia. Keduanya mewakili format kepemimpinan ganda: satu tokoh independen berpengalaman dalam keuangan multilateral dan satu pejabat senior Bank Dunia.
Advertisement
Peran IDA di Bank Dunia dan Skema Pembiayaan
IDA merupakan dana di bawah Bank Dunia yang ditujukan membantu negara-negara termiskin melalui pembiayaan pembangunan. Lembaga ini menjadi salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di negara berpendapatan rendah.
Instrumen yang disalurkan meliputi pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, serta hibah untuk proyek yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah mengucurkan lebih dari US$ 632 miliar untuk investasi di 115 negara.
Pertemuan replenishment IDA digelar setiap tiga tahun untuk menghimpun komitmen pendanaan baru sekaligus mengevaluasi arah kebijakan lembaga tersebut. Sejak siklus IDA18, proses ini dipimpin dua co-chair: seorang figur independen dengan pengalaman luas di lembaga keuangan multilateral dan seorang pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk Presiden Bank Dunia.
Advertisement
Rekam Jejak Sri Mulyani di Lembaga Keuangan Global
Sri Mulyani dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman di bidang keuangan pembangunan internasional. Saat ini, ia menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford.
Sebelumnya, ia mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Menteri Keuangan Indonesia. Di Bank Dunia, Sri Mulyani pernah menduduki posisi Managing Director sekaligus Chief Operating Officer, dengan rekam jejak panjang dalam perumusan kebijakan pembangunan dan pembiayaan multilateral.
Atas kiprahnya, ia pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.
Advertisement
Agenda Replenishment IDA22 dan Pembiayaan hingga 2031
Proses pengisian dana IDA22 akan dimulai secara resmi dalam Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.
Pertemuan puncak untuk penggalangan komitmen pendanaan dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
Dana yang berhasil dihimpun akan menentukan besaran pembiayaan lunak yang dapat disalurkan kepada 78 negara hingga 2031.