Sukses di Usia 25 Tahun, Jutawan Ini Sadar Rumah Mewah Tak Beli Keharmonisan Jiwa

Pengalaman hidup itu mendorongnya untuk mengubah prioritas hidup dan arah bisnisnya secara total.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Sukses di Usia 25 Tahun, Jutawan Ini Sadar Rumah Mewah Tak Beli Keharmonisan Jiwa
Ilustrasi orang terkaya dunia atau miliarder. Foto: Freepik/vecstock

Meraih predikat jutawan di usia 25 tahun ternyata tidak lantas membuat Brandon Card merasa bahagia. Pendiri perusahaan artificial intelligence (AI) Terzo ini justru menyadari bahwa kekayaan materi tak pernah memberinya kepuasan sejati. Pengalaman hidup itu mendorongnya untuk mengubah prioritas hidup dan arah bisnisnya secara total.

Sebelum mendirikan Terzo, Card mengawali karir di raksasa teknologi seperti Microsoft, Oracle, dan IBM. Sukses meniti karir korporat, ia aktif berinvestasi di berbagai startup hingga berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan di usia muda.

Namun, deretan rumah mewah, mobil, hingga kapal rupanya tak bikin hatinya tenang. Card justru menemukan kebahagiaan saat berinvestasi pada wirausahawan lain dan membawa dampak positif bagi banyak orang.

Mengutip laman Business Insider, pada 2020, Card nekat meninggalkan kenyamanan dunia korporat. Ia mengucurkan uang pribadinya sebesar USD 1 juta (sekitar Rp 17-18 miliar) untuk mendirikan Terzo bersama sahabat kuliahnya. Terzo hadir sebagai platform berbasis AI yang membantu perusahaan mengelola serta melacak pengeluaran pihak ketiga.

Sayangnya, jalan yang ditempuh tidak mulus. Tak lama setelah Terzo rilis, pandemi Covid-19 menghantam. Di saat yang sama, Card harus merelakan kepergian nenek dan sepupunya. Cobaan bertubi-tubi ini membukakan matanya: kesehatan jauh lebih berharga daripada angka di rekening bank.

Ujian terberat kembali datang pada Januari 2024 ketika rekan pendiri sekaligus sahabat karibnya meninggal dunia. Duka mendalam ini memukul Card secara pribadi maupun profesional, sampai-sampai muncul rumor Terzo bakal bangkrut.

Namun, Card pantang menyerah. Di tengah duka, ia berhasil mempertahankan Terzo dan membawanya terus berkembang. Berbekal pendanaan Seri A sebesar USD 16 juta yang diraih pada 2022, ia kini kian dekat membawa Terzo menjadi perusahaan bernilai miliaran dolar.

Promosikan Kesehatan Mental

Kini, Card berkomitmen penuh menggunakan kesuksesan finansialnya untuk mempromosikan pentingnya kesehatan mental di dunia kerja. Ia tak ragu membagikan kisahnya rutin berkonsultasi dengan terapis demi menghapus stigma negatif soal masalah mental.

Ke depan, Card berencana merekrut tenaga profesional kesehatan mental internal yang bisa diakses secara gratis oleh seluruh karyawan Terzo.

"Banyak perusahaan besar bicara soal dukungan kesehatan mental, tapi merealisasikannya butuh waktu dan biaya. Saya ingin menetapkan standar baru di Terzo dan memicu efek domino bagi perusahaan lain," tegas Card.

Lewat langkah nyata ini, Card berharap dapat terus menjaga warisan dan semangat mendiang sahabatnya: membangun budaya kerja yang lebih humanis dan berkelanjutan.

Reporter Magang: Hanan Mahira Amani

Rekomendasi