Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah tegas untuk memastikan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) di Kawasan Wisata Cibodas. Langkah ini dilakukan dengan meningkatkan pengawasan, pencegahan, dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para pelaku pariwisata, menyusul beredarnya video viral yang meresahkan.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Cianjur, Rahmat Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti video yang viral di media sosial. Video tersebut menampilkan seorang pria yang diduga melakukan pungli di area wisata Cibodas, menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap sektor pariwisata daerah.
Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat Kawasan Wisata Cibodas merupakan salah satu destinasi utama dan andalan yang menarik banyak wisatawan. Baik dari dalam maupun luar negeri, terutama saat akhir pekan dan libur panjang, kawasan ini selalu ramai dikunjungi, sehingga pencegahan pungli menjadi krusial.
Advertisement
Advertisement
Tindak Lanjut Video Viral Pungli di Cibodas
Rahmat Kurniawan menjelaskan bahwa Disbudpar Cianjur segera bertindak setelah video pungli tersebut viral. Pihaknya langsung datang ke kawasan Cibodas untuk mengumpulkan informasi dan memastikan kronologi kejadian.
Dalam video yang beredar, seorang wisatawan terlibat adu mulut dengan oknum juru parkir yang meminta bayaran Rp10 ribu, padahal tiket masuk gerbang utama sudah mencakup biaya parkir. Oknum tersebut bahkan sempat melontarkan larangan bagi wisatawan asing, khususnya dari Timur Tengah, untuk berkunjung ke Cibodas.
"Kami sudah menindaklanjuti video yang viral dengan datang langsung ke kawasan Cibodas untuk memastikan kronologisnya, kami sangat menyayangkan aksi tersebut terlebih sempat menyebut larangan wisatawan datang ke Cibodas," kata Rahmat.
Advertisement
Disbudpar Cianjur sangat menyesalkan tindakan oknum tersebut, terutama karena ucapan larangan kunjungan wisatawan asing dapat berdampak buruk pada citra pariwisata Cianjur. Tiket masuk di gerbang utama kawasan Cibodas sendiri diketahui sebesar Rp7 ribu, sudah mencakup biaya parkir dan fasilitas lainnya, kecuali tiket masuk ke Kebun Raya Cibodas dan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.
Advertisement
Upaya Pencegahan dan Pengawasan Kawasan Wisata
Menyikapi insiden ini, Disbudpar Cianjur berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan dan memastikan bahwa aksi pungli tidak terulang di masa mendatang. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke Cibodas.
Rahmat Kurniawan menegaskan bahwa tindakan pungli dapat meresahkan dan merugikan pelaku pariwisata, serta membuat wisatawan enggan untuk datang kembali. Oleh karena itu, Disbudpar akan mengintensifkan sosialisasi dan pencegahan, serta meningkatkan pengawasan di seluruh area wisata.
"Kami sangat menyesalkan perbuatan oknum tersebut, karena dapat berdampak terhadap angka kunjungan, kami akan menggencarkan sosialisasi dan pencegahan serta meningkatkan pengawasan agar hal tersebut tidak kembali terulang," ujarnya.
Advertisement
Peningkatan pengawasan Pencegahan Pungli Cibodas ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan wisata yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik ilegal. Dengan demikian, Kawasan Wisata Cibodas dapat terus menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews