Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, secara aktif mendorong pengembangan kopi Tulungagung sebagai komoditas ekonomi unggulan berbasis riset. Inisiatif ini diwujudkan melalui forum "Ngolah Pikir dan Inspirasi" atau yang dikenal dengan "Ngopi". Acara ini berhasil mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani, pelaku usaha, akademisi, dan perwakilan pemerintah, untuk berkolaborasi memajukan sektor kopi lokal.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, pada Sabtu (01/8) ini, dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha dan industri kopi lokal. Forum Ngopi menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai aspek pengembangan kopi, mulai dari budidaya hingga pemasaran. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem kopi yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kepala BRIDA Tulungagung, Wahiyd Masrur, menegaskan bahwa pengembangan kopi memiliki potensi ganda. Selain mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan, budidaya kopi juga berkontribusi pada pelestarian kawasan hutan karena tanaman kopi dapat tumbuh optimal tanpa perlu mengubah tutupan vegetasi hutan, menjadikannya solusi ekonomi yang ramah lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Multi Pihak untuk Kopi Berkelanjutan
Wahiyd Masrur dalam sambutannya menyatakan, "Kopi menjadi solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan. Karena itu, pengembangannya perlu didukung melalui riset dan kolaborasi berbagai pihak." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam memajukan komoditas kopi di Tulungagung.
Beberapa wilayah di Tulungagung telah teridentifikasi memiliki potensi besar untuk pengembangan kopi. Area tersebut meliputi Kecamatan Pagerwojo, Sendang, Gondang, Campurdarat, Besuki, Tanggunggunung, hingga Pucanglaban. Potensi ini menjadi dasar bagi BRIDA untuk memperkuat dukungan riset dan data.
BRIDA berkomitmen untuk memperkuat pengembangan komoditas kopi melalui penyediaan data dan hasil riset yang akurat. Informasi ini akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan yang tepat serta pengembangan produk kopi khas Tulungagung yang berdaya saing. Dengan demikian, kualitas dan keunikan kopi lokal dapat lebih dikenal luas.
Advertisement
Dalam forum Ngopi, BRIDA juga menghadirkan petani kopi sebagai narasumber utama. Mereka berbagi pengalaman berharga, mulai dari teknik budidaya yang efektif hingga strategi pemasaran hasil panen. Pertukaran pengetahuan ini diharapkan dapat menginspirasi dan memberdayakan petani lainnya.
Advertisement
Kisah Sukses Petani Kopi Lokal Tulungagung
Badi (58), seorang petani sekaligus pelaku industri kopi lokal dari lereng Gunung Wilis, membagikan pengalamannya. Ia menjelaskan bahwa budidaya kopi mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan. Hal ini karena tanaman kopi dapat tumbuh di bawah naungan pohon yang sudah ada, sehingga menjaga fungsi konservasi air dan kelestarian hutan.
Badi, yang tinggal di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, memulai budidaya kopi arabika sejak tahun 2018. Keputusannya ini didasari oleh sosialisasi dari Bank Indonesia Kediri mengenai potensi budidaya kopi di kawasan pegunungan. Inisiatif ini menunjukkan peran lembaga keuangan dalam mendorong sektor pertanian lokal.
Dengan ketinggian lahan sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, Badi berhasil menanam sekitar 4.000 pohon kopi arabika. Saat ini, hasil panen dari kebun kopi tersebut telah menjadi sumber pendapatan utama bagi keluarganya. Keberhasilan Badi menjadi bukti nyata bahwa pengembangan kopi Tulungagung dapat menopang ekonomi masyarakat.
Advertisement
Sebagian besar hasil panen kopi diolah menjadi kopi sangrai dengan merek "Kopi Mbah Badi". Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah produk dibandingkan hanya menjual biji kopi mentah. Badi mengungkapkan, "Sekarang ekonomi keluarga kami ditopang dari kopi. Istri dan anak juga ikut mengelola usaha ini." Hal ini menunjukkan model bisnis yang melibatkan keluarga dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Advertisement
Visi BRIDA untuk Kopi Khas Tulungagung
Melalui serangkaian kegiatan seperti forum Ngopi, BRIDA berharap dapat mempercepat kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha. Sinergi ini krusial untuk melahirkan kopi khas Tulungagung yang memiliki daya saing tinggi di pasar lokal maupun internasional.
Visi jangka panjang BRIDA adalah tidak hanya menciptakan produk kopi berkualitas, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani di kawasan pegunungan. Dengan dukungan riset dan inovasi, diharapkan petani dapat mengoptimalkan hasil panen mereka dan mendapatkan nilai jual yang lebih baik.
Upaya pengembangan kopi Tulungagung ini diharapkan menjadi model bagi komoditas lain. Dengan pendekatan berbasis riset dan kolaborasi, potensi ekonomi daerah dapat dioptimalkan sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. BRIDA akan terus memfasilitasi pertemuan dan dukungan teknis untuk mencapai tujuan ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews