Prabowo mengingatkan dunia usaha agar mewaspadai dampak memanasnya geopolitik global terhadap perekonomian, khususnya lonjakan harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai konflik bersenjata yang berlangsung di berbagai kawasan berimbas langsung ke Indonesia.
Peringatan itu ia sampaikan saat bertemu Kadin Pusat dan Daerah. Prabowo menyebut sudah mengangkat isu ini sejak awal masa pemerintahannya.
"Kita masih menghadapi... yang waktu pertemuan-pertemuan pertama kita di awal pemerintahan saya, saudara datang ke saya pun, di mana-mana saya sudah warning, bahkan sebelumnya pun saya sudah warning. Hati-hati, situasi dunia dan situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan, sangat-sangat rawan," ungkap Prabowo dalam Pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Advertisement
Geopolitik Memanas, Pengusaha Diminta Waspada Lonjakan Harga
Dalam pemaparannya, Prabowo mengulas sejumlah perang besar yang terjadi di berbagai belahan dunia. Ia menyinggung konflik Rusia dan Ukraina yang berlangsung sejak 2022, serta ketegangan di Timur Tengah yang turut melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Menurutnya, situasi geopolitik itu berdampak signifikan pada kenaikan harga komoditas vital yang dibutuhkan banyak negara, terutama di sektor energi dan pangan.
"Jutaan orang sudah menjadi korban. Kita baru menyadari bahwa perang di satu bagian bumi memiliki pengaruh ke mana-mana, terutama kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya," tutur Presiden Prabowo.
Advertisement
Prabowo: Swasembada Pangan Tercapai, Sebagian Masih Meragukan
Pada kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan Indonesia kembali mencapai swasembada beras setelah sekian puluh tahun. Ia mengakui masih ada pihak yang meragukan capaian tersebut.
"Alhamdulillah kita sudah capai dalam waktu yang singkat ketahanan pangan, swasembada pangan. Di luar dugaan banyak orang, bahkan banyak yang tidak percaya sampai sekarang, tapi Alhamdulillah ini adalah hasil real, ini yang membuat kita percaya diri, confident. Apapun yang terjadi, kita yakin kita bisa jamin makan untuk bangsa Indonesia," kata Prabowo dalam pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
"Ini bukan prestasi yang gampang. Ternyata, swasembada pangan baru kita alami lagi setelah sekian puluh tahun lalu, dan sekarang kita berhasil mencapainya," tuturnya.
Ia menekankan bahwa urusan pangan merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan bangsa dan menjadi persoalan ekonomi yang paling mendasar.
"Pembangunan bangsa adalah usaha besar, di mana masalah yang paling krusial pada awalnya adalah masalah ekonomi. Masalah perut adalah ekonomi paling dasar," ucapnya.
"Anda sudah tahu, kalau saya bicara sejak berapa puluh tahun lalu pasti bicara masalah pangan dan masalah perut, karena ini adalah pelajaran dari ribuan tahun sejarah," sambung Prabowo.