FOTO: Suasana Terkini Pasar Tanah Abang Usai Tiktok Shop Ditutup

Setelah TikTok Shop resmi ditutup pekan lalu, sejumlah pengunjung mulai berlalu-lalang di kawasan Pasar Tanah Abang yang sebelumnya dikabarkan sepi.

Faizal Fanani
Oleh Faizal Fanani - Reporter
FOTO: Suasana Terkini Pasar Tanah Abang Usai Tiktok Shop Ditutup
FOTO: Suasana Terkini Pasar Tanah Abang Usai Tiktok Shop Ditutup (Merdeka.com)

Pemandangan suasana Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada Kamis (12/10/2023). Setelah TikTok Shop resmi ditutup pekan lalu, sejumlah pengunjung mulai berlalu-lalang di kawasan Pasar Tanah Abang yang sebelumnya dikabarkan sepi.

Pemandangan suasana Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada Kamis (12/10/2023). Setelah TikTok Shop resmi ditutup pekan lalu, sejumlah pengunjung mulai berlalu-lalang di kawasan Pasar Tanah Abang yang sebelumnya dikabarkan sepi.
Dok. Istimewa

Terlihat ada cukup banyak orang yang berjalan di koridor.

Terlihat ada cukup banyak orang yang berjalan di koridor.
Dok. Istimewa

Sementara, ada pula pengunjung yang sibuk memilih pakaian di kios pedagang.

Sementara, ada pula pengunjung yang sibuk memilih pakaian di kios pedagang.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kondisi ini membuat lorong-lorong pasar tampak cukup padat meski tidak sampai berdesak-desakan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Viral Pedagang Tanah Abang Minta e-Commerce Ditutup

Setelah social commerce seperti TikTok Shop resmi ditutup, viral di media sosial sejumlah para pedagang Tanah Abang juga meminta pemerintah untuk menutup marketplace atau e-commerce seperti Shopee hingga Lazada.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Para pedagang mengklaim bahwa e-commerce juga mempengaruhi pemasukan dan pendapatan penjualan mereka.

Hal tersebut kemudian mendapat respons tegas dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan bahwa digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan bagi kehidupan ke depannya. Maka dari itu tidak bisa dilakukan penutupan e-commerce di Indonesia.

"Enggak bisa, itu kan keniscayaan. Nanti online diatur agar tidak mematikan pedagang-pedagang kita," kata Zulhas saat meninjau pedagang ritel ITC Cempaka Mas, Jakarta, Selasa (10/10).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mendag justru meminta kepada para pedagang offline untuk mulai belajar digital marketing untuk bisa berjualan di marketplace.

"Justru pedagang yang harus belajar online. Memang lama-lama akan digital. Makanya yang belum ngerti, belum belajar kita ajari," imbuhnya.

Nantinya, lanjut Ketua PAN itu, pedagang offline pun dapat berjualan di online, sehingga memiliki dua toko.

Nantinya, lanjut Ketua PAN itu, pedagang offline pun dapat berjualan di online, sehingga memiliki dua toko.<br>
Dok. Istimewa

"Nanti bisa jualan juga secara online, kan ada dua toko," tambahnya. 

Rekomendasi