Momen Erick Thohir Ajak Nobar Bola Kuli Panggul saat Sidak Beras di Pasar Induk Cipinang

Erick mengajak para kuli panggul beras untuk nonton pertandingan sepak bola bersama.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Momen Erick Thohir Ajak Nobar Bola Kuli Panggul saat Sidak Beras di Pasar Induk Cipinang
Momen Erick Thohir Ajak Nobar Bola Kuli Panggul saat Sidak Beras di Pasar Induk Cipinang (Merdeka.com)

Erick mengajak para kuli panggul beras untuk nonton pertandingan sepak bola bersama.

Erick Thohir Ajak Nobar Bola Kuli Panggul di Pasar Induk Cipinang

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (4/10).

Setibanya di lokasi Erick langsung mengunjungi sekelompok kuli panggul yang tengah bongkar muat beras di salah satu gudang.

Sambil bercanda, Erick mengajak para kuli panggul beras untuk nonton pertandingan sepak bola bersama.

Sontak, ajakan Ketua Umum PSSI tersebut disambut antusias oleh para kuli panggul.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Ini ada 2.000-an pekerja? Mau nonton bola enggak?," ucap Erick. 

"Mau Pak," sahut para kuli panggul beras di Pasar Induk Cipinang.

Tak selang beberapa lama, Erick bersama Dirut Perum Bulog Budi Waseso, Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi, DAN Tim Satgas Pangan mengecek kios-kios pedagang beras sekitar.

Erick memastikan saat ini pemerintah terus berupaya untuk memperkuat pasokan beras nasional ditengah ancaman El-Nino. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Kita pemerintah bersama Bulog juga terus berupaya untuk mengamankan pasokan beras, ya," ungkapnya. 

Erick menyebut, salah satu upaya untuk memperkuat pasokan beras nasional adalah dengan kebijakan impor. 

Namun, dia memastikan kebijakan impor beras akan menyesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri agar tidak merugikan petani. 

"Jadi, saya terus mendorong impor (beras) dan produksi harus satu data, tidak boleh beda data. Kasian rakyat, kasian petani," pungkasnya. 

"Jadi, saya terus mendorong impor (beras) dan produksi harus satu data, tidak boleh beda data. Kasian rakyat, kasian petani," pungkasnya.&nbsp;<br>
Dok. Istimewa
Rekomendasi