Advertisement
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) bisa terus dilanjutkan, jika kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencukupi.
Diketahui, bantuan pangan CBP diberikan hingga Maret 2024.
"Kita berdoa bersama moga-moga April, Mei, Juni, APBN-nya cukup, kita lanjutkan lagi," kata Jokowi saat mengunjungi Gudang Bulog Gadang, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (14/12).
Dalam kunjungannya ke Gudang Bulog, Malang, Jokowi mengecek ketersediaan beras, selain membagikan bantuan pangan CBP kepada sejumlah penerima manfaat.
"Ini yang bulan September, Oktober, November, Desember sudah diterima semua?" tanya Presiden kepada penerima manfaat.
"Sudah pak," jawab serentak masyarakat penerima.
Advertisement
Advertisement
Jokowi menjelaskan, bagi masyarakat yang belum menerima akan segera dikirimkan dalam waktu dekat.
"Ada yang sudah ada yang belum karena memang ini masih baru minggu-minggu ini baru proses keluar, tolong dicek ada yang lewat kantor pos ada yang lewat bank," tutur Jokowi.
Merdeka.com
Advertisement
Sementara itu, Yanti, salah seorang warga yang hadir dalam kegiatan tersebut berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan. Dia berharap bantuan pemerintah untuk masyarakat dapat terus dilanjutkan.
"Dapat beras dan bingkisan isinya sembako, semoga seperti ini tetap ada," ucapnya dalam keterangan terpisah.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai dari Senin (04/12) sampai dengan hari ini Rabu (06/12) mengecek langsung stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Gudang-gudang Bulog di tiga lokasi sekaligus yaitu Labuan Bajo, Nagekeo dan Kupang.
Presiden Jokowi juga membagikan beras Bantuan Pangan kepada sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di tiga lokasi tersebut.
Presiden Jokowi menyebut bahwa bantuan pangan tersebut telah disalurkan oleh pemerintah sejak bulan April 2023 dan akan terus disalurkan kepada keluarga penerima manfaat hingga bulan Maret 2024.
Advertisement
"Jadi setelah bantuan pangan bulan September, Oktober dan November selesai dibagikan, ditambah lagi untuk bulan Desember. Selanjutnya nanti bulan Januari, Februari, Maret (2024) akan diberikan lagi," ucap Presiden saat menyapa masyarakat yang hadir.
Merdeka.com