Dalam rangka menyaring akun robot di akun X, Elon Musk berencana mengenakan tarif bagi pengguna media sosial tersebut.
Advertisement
X yang sebelumnya bernama Twitter merupakan salah satu media sosial yang memiliki banyak pengguna setia dari seluruh dunia.
Elon Musk selaku CEO dari media sosial X menyarankan penggunanya membayar sedikit biaya untuk menggunakan fitur dasar di media sosial X.
Melansir dari Forbes pada, Selasa (16/4) melalui akun X miliknya, Elon membalas salah satu postingan pengguna yang berisi spekulasi mengenai pembebanan biaya tahunan yang kecil kepada akun baru untuk memposting, menyukai, mem-bookmark, dan membalas postingan di X.
Elon tidak menyebutkan dengan detail waktu biaya tersebut akan berlaku dan cara kerjanya.
Namun dia mengatakan biaya tersebut merupakan satu-satunya cara untuk mencegah serbuan bot yang tidak pernah selesai.
Advertisement
Biaya tersebut dikatakan serupa dengan biaya yang diperkenalkan kepada pengguna baru X di Selandia Baru dan Filipina pada Oktober 2023 sebagai pendukung program ‘Bukan Bot’.
X mewajibkan akun baru baru membayar biaya tahunan sebesar USD1 atau sekitar Rp16.000 untuk bisa memposting, menyukai, membalas, dan menggunakan fitur lainnya.
Pengumuman biaya masuk untuk pengguna baru akan berlaku kurang dari dua minggu setelah X memulai pembersihan bot di platform yang menurut Musk harus dipertanggungjawabkan oleh pengguna akun tersebut dan dikenakan hukuman.
Advertisement
Sebelumnya Elon Musk sudah membebankan biaya kepada pengguna melalui fitur premium dengan kemampuan fitur yang lebih daripada pengguna biaya.
Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan situs dan memerangi penjualan iklan yang membludak.
Forbes memperkirakan kekayaan bersih Elon Musk USD187,5 miliar atau setara dengan Rp3 triliun lebih.
Musk menjadi bagian orang terkaya di dunia setelah Bernard Arnault, pemimpin LVMH dan pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Advertisement
Dia bahkan men-tweet tentang tekadnya untuk mengatasi masalah tersebut.
Namun, CEO X ini juga mengatakan bot kecerdasan buatan (AI) dan postingan provokasi sampai saat ini dapat lolos identifikasi dengan mudah.
Advertisement
Meskipun jumlah pasti bot di platform X tidak diketahui, penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas bot selama acara populer seperti Super Bowl 2024 dan debat utama Partai Republik.